MISS BERNA: Ingin Membantu Banyak Orang

Bernadette Erna Fembriani/ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
26 Maret 2020 07:17 WIB Mediani Dyah Natalia Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menjadi seorang konsultan dan pakar tarot, terkadang menuai ketidakpercayaan dari banyak orang. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Bernadette Erna Fembriani menjalani profesinya karena ia ingin membantu banyak orang.

Bernadette Erna Fembriani atau karib disapa Miss Berna mulai berkenalan dengan kartu tarot pada kelas V. Waktu itu ia diajari oleh seseorang yang indekos di rumah orang tuanya. Ia juga menemukan sebuah tumpukan kartu tarot yang ia simpan selalu. Sayangnya tumpukan kartu itu hilang ketika gempa melanda DIY.

Sebelum mengunakan kartu itu, ia juga belajar meramal memakai kartu remi. "Kartu tarot itu saya simpan dan saya beli remi. Itu bisa untuk meramal. Nah, saya saat SMP juga teman-teman mulai minta diramal. Saya juga bisa sendiri enggak tahu dari mana," kata dia kepada Harian Jogja di rumahnya di Sleman, Senin (23/3).

Ia bahkan sempat mendapatkan julukan Dukun Kriwil dari teman-temannya karena rambutnya yang ikal. Kemampuan itu semakin terasah ketika duduk di bangku SMA dan bangku kuliah. "Saat kuliah, kemampuan saya semakin terasah karena saya sering naik gunung. Ketika naik gunung saya memahami alam dan berkomunikasi dengan alam," kata dia.

Meski demikian, saat itu ia belum penuh menjalani profesinya. Ia sempat bekerja sebagai guru dan marketing perbankan. Hingga pada suatu ia merasa panggilan jiwanya adalah menjadi pembaca tarot.

Ia meyakinkan dirinya untuk totalitas. Meskipun ia pernah merasa malu mengakui sebagai ahli tarot. Saat itu banyak orang yang berpandangan sebelah mata terhadap tarot. Untuk meyakinkan diri ia butuh waktu tak sebentar sekiar lima hingga tujuh tahun. "Kemudian pada saat usia 40 tahun atau sekitar 10 tahun yang lalu, saya sudah tidak malu lagi dan mantap menjalani profesi ini dan melepaskan profesi lainnya," kata dia.

Ia mengaku ingin menolong banyak orang. Ketika masih jadi guru SD, ia hanya membantu anak-anak. Ia kemudian meminta pada Tuhan agar diberi kesempatan membantu semua orang dari segala usia.

Ketika banyak klien yang data mengadukan persoalan mereka, Miss Berna tidak sekadar memberikan hasil bacaan tarot. Ia juga belajar dari pengalaman hidup orang lain. Ia bisa belajar bersabar, memaafkan, berjuang keras dari klien-kliennya.

Ia mengatakan persoalan yang diutarakan kliennya bermacam-macam. Mulai dari percintaan, bisnis, hingga pekerjaan. Baik tua maupun muda mendatanginya. Meski demikian, Miss Berna terus menekankan pentingnya kemauan seseroang itu sendiri untuk berusaha dan tetap teguh memohon bantuan Tuhan. "Sekarang tarot sudah semakin dikenal. Saya senang bisa bantu banyak orang.  Jaringan saya juga makin luas. Pengalaman semakin bertambah," kata dia.

Miss Berna juga belajar soal fengsui. Hal itu akan dipadukan dengan hasil bacaan kartu. Fengsui diterapkan untuk memperbiki unsur-unsur yang diperlukan. Semua itu ia pelajari sendiri.