30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Ilustrasi pernikahan/Reuters
Harianjogja.com, BANTUL—Aparat kepolisian di Bantul mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pertemuan yang mengundang banyak orang, termasuk pengajian dan resepsi pernikahan. Langkah itu diambil untuk mencegah penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang sudah mewabah di berbagai wilayah.
Sejumlah resepsi pernikahan di Bumi Projotamansari yang dibatalkan. Kecamatan Pleret telah menggagalkan acara pengajian dan resepsi pernikahan di enam tempat, yakni dua pengajian dalam rangka Isra Mikraj di Segoroyoso dan Wonokromo, resepsi pernikahan di Bedukan dan Ngunduh Mantu di Wonokromo, serta ziarah akbar dan doa bersama di Wonokromo.
“Kalau pembubaran kerumunan masyarakat tidak ada, yang ada hanya penundaan. Sudah ada enam kegiatan yang diminta ditunda dan akhirnya ditunda,” kata Kapolsek Pleret, AKP Riwanto, Kamis (26/3).
“Yang pernikahan tetap digelar hanya ijab kabul.”
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Kasihan. Polsek setempat menggagalkan resepsi pernikahan di dua tempat di Desa Tamantirto dan Desa Tirtonirmolo. Kasi Humas Polsek Kasihan Aiptu Sumarno mengatakan semenjak keluar edaran Bupati Bantul dan Maklumat Kapolri sebagai upaya pencegahan merebaknya Covid-19, Bhabinkamtibmas Polsek Kasihan siang dan malam melakukan patroli.
Sudah ada beberapa perkumpulan yang diminta ditunda, namun Sumarno tidak hapal jumlahnya. Akan tetapi, resepsi pernikahan yang diminta tunda ada dua yakni pada Rabu dan Kamis. Menurut dia, acara resepsi pernikahan itu belum sempat terlaksana, polisi langsung mengingatkan tentang larangan mengundang massa. “Informasi masyarakat akan mendatangkan keluarga pihak besan dari Jawa Timur. Tapi akhirnya dilaksanakan ijab kabul saja tidak mengundang orang,” kata Sumarno.
Di Banguntaan juga ada tiga respsi pernikahan yang ditunda akibat Corona. “Atas saran kami akhirnya mereka mau menunda resepsinya. Tetapi ijab kabul tetap dilaksanakan dengan dihadiri maksimal 10 orang,” ujar Kapolsek Banguntapan, Kompol Suhadi.
Sementara itu, Pujoyono, salah satu keluarga yang membatalkan resepsi pernikahan mengaku tidak masalah dengan pembatalan resepsi pernikahan meski undangan pernikahan sudah disebar, gedung dan katering juga sudah dipesan. Ia memahami kondisi saat ini yang membutuhkan kewaspadaan semua pihak untuk sama-sama memerangi virus Corona.
Rencananya Pujoyono menikahkan putri keduanya pada 28 Maret mendatang di sebuah gedung di wilayah Banguntapan. “Tetap dilaksanakan hanya akad nikah,” kata Dia.
Pujoyono enggan menyebut soal kerugian yang diderita. Ia memastikan resepsi pernikahan putrinya akan tetap digelar setelah kondisi benar-benar dinyatakan aman oleh pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Manajemen PSS Sleman mengonfirmasi kecelakaan rombongan suporter di Tol Madiun KM 616 saat menuju Surabaya. Identitas dan jumlah korban masih diverifikasi.
Demo besar di Prancis pada 17 Oktober 2026 diwarnai penjarahan toko mewah, Apple Store, dan sejumlah gerai lain di beberapa kota.
Susurun 2026 di Boyolali diikuti 2.500 pelari. Selain mendorong gaya hidup sehat, event ini menjadi ajang promosi wisata, kuliner, dan produk.
Pemkot Jogja menurunkan tarif Pajak Air Tanah menjadi 10% untuk PDAM dan 12,5% bagi badan usaha lain. Kebijakan berlaku sejak Oktober 2026.
Gunung Anak Krakatau erupsi tiga kali pada 18 Oktober 2026. Kolom abu tertinggi 500 meter, status Siaga, dan radius bahaya 5 kilometer.