Antisipasi Corona, Banyak Resepsi Pernikahan di Bantul Dibatalkan

Ilustrasi pernikahan - Reuters
26 Maret 2020 16:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Aparat kepolisian di Bantul mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pertemuan yang mengundang banyak orang, termasuk pengajian dan resepsi pernikahan. Langkah itu diambil untuk mencegah penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang sudah mewabah di berbagai wilayah.

Sejumlah resepsi pernikahan di Bumi Projotamansari yang dibatalkan. Kecamatan Pleret telah menggagalkan acara pengajian dan resepsi pernikahan di enam tempat, yakni dua pengajian dalam rangka Isra Mikraj di Segoroyoso dan Wonokromo, resepsi pernikahan di Bedukan dan Ngunduh Mantu di Wonokromo, serta ziarah akbar dan doa bersama di Wonokromo.

“Kalau pembubaran kerumunan masyarakat tidak ada, yang ada hanya penundaan. Sudah ada enam kegiatan yang diminta ditunda dan akhirnya ditunda,” kata Kapolsek Pleret, AKP Riwanto, Kamis (26/3).

“Yang pernikahan tetap digelar hanya ijab kabul.”

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Kasihan. Polsek setempat menggagalkan resepsi pernikahan di dua tempat di Desa Tamantirto dan Desa Tirtonirmolo. Kasi Humas Polsek Kasihan Aiptu Sumarno mengatakan semenjak keluar edaran Bupati Bantul dan Maklumat Kapolri sebagai upaya pencegahan merebaknya Covid-19, Bhabinkamtibmas Polsek Kasihan siang dan malam melakukan patroli.

Sudah ada beberapa perkumpulan yang diminta ditunda, namun Sumarno tidak hapal jumlahnya. Akan tetapi, resepsi pernikahan yang diminta tunda ada dua yakni pada Rabu dan Kamis. Menurut dia, acara resepsi pernikahan itu belum sempat terlaksana, polisi langsung mengingatkan tentang larangan mengundang massa. “Informasi masyarakat akan mendatangkan keluarga pihak besan dari Jawa Timur. Tapi akhirnya dilaksanakan ijab kabul saja tidak mengundang orang,” kata Sumarno.

Di Banguntaan juga ada tiga respsi pernikahan yang ditunda akibat Corona. “Atas saran kami akhirnya mereka mau menunda resepsinya. Tetapi ijab kabul tetap dilaksanakan dengan dihadiri maksimal 10 orang,” ujar Kapolsek Banguntapan, Kompol Suhadi.

Sementara itu, Pujoyono, salah satu keluarga yang membatalkan resepsi pernikahan mengaku tidak masalah dengan pembatalan resepsi pernikahan meski undangan pernikahan sudah disebar, gedung dan katering juga sudah dipesan. Ia memahami kondisi saat ini yang membutuhkan kewaspadaan semua pihak untuk sama-sama memerangi virus Corona.

Rencananya Pujoyono menikahkan putri keduanya pada 28 Maret mendatang di sebuah gedung di wilayah Banguntapan. “Tetap dilaksanakan hanya akad nikah,” kata Dia.

Pujoyono enggan menyebut soal kerugian yang diderita. Ia memastikan resepsi pernikahan putrinya akan tetap digelar setelah kondisi benar-benar dinyatakan aman oleh pemerintah.