Miris, Paramedis di Gunungkidul Pakai APD Sisa Antraks untuk Tangani Corona

Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. - Reuters
28 Maret 2020 13:27 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Para dokter dan tenaga medis Rumah Sakit Panti Rahayu resah dengan adanya kasus kematian dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19

"Hal [kematian] PDP di RS Panti Rahayu menambah ketakutan para dokter dan tenaga medis di sini, tidak bisa lama-lama kawan, korban mulai bertambah," ujar Bupati Gunungkidul, Badingah , Sabtu (28/3/2020).

Ia meminta jajarannya untuk segera menindaklanjuti Surat Keputusan Bupati nomor 126/KPTS/2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 Pada tanggal 23 Maret 2020 dan berlaku hingga tanggal 29 Maret 2020.

"Anggaran segera bisa dicairkan untuk melengkapi kebutuhan APD dan lain-lain,"ungkapnya.

Di lapangan, kondisi stok alat pelindung diri (APD) telah menipis. Pejabat Pembuat Informasi Daerah (PPID) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Sumarthana mengungkapkan jika stok APD di RSUD Wonosari tinggal sedikit.

Perkiraan APD di RSUD Wonosari hanya mencukupi kebutuhan satu hingga dua minggu mendatang. Upaya pengadaan APD di RSUD Wonosari terbentur dengan kekosongan yang terjadi di pasar. Tak hanya itu, melambungnya harga APD juga menjadi kendala tersendiri.

Pihaknya sudah berupaya melakukan pengadaan, namun hingga kini APD-APD yang mereka pesan tak kunjung didapatkan dari distributor. Alasannya karena pihak distributor sendiri juga mengalami kekosongan pasokan. Sehingga niatan untuk mendapatkan APD dengan segera harus menunggu sampai barang ada terlebih dahulu.

"Kita sudah pesan ke distributor tetapi barangnya tidak ada. Padahal sudah mendesak,"ujarnya.

Berdasarkan kebutuhan dari RSUD Wonosari, pihaknya telah memesan berbagai macam APD di antaranya jas pelindung sebanyak 1.200 pcs, masker bedah 120.000 pcs, masker N95 medis sebanyak 3.000 pcs, VTM sekitar 100 pcs, sepatu boot disposible 200 pasang, kacamata google 750 set, Cairan disinfektan (stericide) untuk ruangan 500 liter, cairan hand sanitaizer (handrub) 10.000 botol @500 mililiter dan helm APD pelindung 500 buah.

Jumlah APD yang dipesan tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan mereka selama 3 bulan ke depan. Namun karena barangnya masih susah dicari maka pihaknya berharap agar ada kepastian dari distributor terutama untuk pemenuhan kebutuhan penanganam Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr Dewi Irawaty mengakui stok APD mereka sudah menipis sehingga pengadaan APD memang perlu segera dilakukan. Beberapa barang yang ada kini sebenarnya adalah sisa dari bantuan pemerintah pusat untuk penanganan wabah antraks beberapa bulan lalu.

"Alat yang ada saat ini itu adalah sisa barang yang belum terpakai untuk menangani antraks kemarin," terangnya.

Untuk pengadaan, Dewi mengaku jika masih terkendala anggaran. Saat ini anggaran belum bisa dicairkan karena belum disetujui oleh legislatif.

Jika anggaran sudah diketok maka APD segera bisa dipesan karena kini pihaknya sudah kontak dengan distributor berkaitan APD tersebut. Sehingga ia berharap agar anggaran tersebut segera dicairkan karena kebutuhan mendesak.

Terpisah, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menepis jika legislatif lamban mengesahkan anggaran berkaitan dengan APD. Karena faktanya penganggaran tersebut belum sampai ke meja dewan. Sehingga untuk memutuskan tentu harus ada bahan yang akan disahkan tersebut.

"Kami tidak tahu berapa yang dibutuhkan terutama untuk penanganan Covid-19 ini karena anggaran belum sampai ke meja kami," ujarnya.

Jika penganggaran tersebut sampai ke mejanya, ia berjanji akan segera memanggil Badan Anggaran. Ia menandaskan komitmen DPRD mendukung eksekutif demi melindungi rakyat. Jikapun hari ini disampaikan, pihaknya akan langsung membahasnya meskipun hari libur.a

Sumber : Suara.com