Dinkes Sleman Awasi Ketat Penyemprotan Disinfektan Mandiri

Ilustrasi penyemprotan disinfektan. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
31 Maret 2020 15:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Upaya penyemprotan cairan disinfektan secara mandiri oleh warga Sleman mendapatkan perhatian lebih dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman.

Kepala Dinkes Sleman mengatakan jika dalam upaya pencegahan penularan Covid-19, masyarakat secara mandiri telah melaksanakan kegiatan penyemprotan desinfeksi sesuai protokol yang sudah ditetapkan.

Akan tetapi upaya tersebut menjadi perhatian karena ada beberapa jenis disinfektan yang tidak boleh sampai berkontak langsung dengan organ tubuh manusia. "Sesuai dengan panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 dari Kemenkes, jenis disinfektan seperti larutan pemutih, larutan klorin, karbol atau lysol, direkomendasikan untuk mendisinfektan permukaan barang atau benda mati, bukan untuk tubuh manusia," ujar Joko, Selasa (31/3/2020).

Lebih lanjut, Joko menyebutkan jika dalam proses pembuatan larutan desinfektan dengan cara mencampurkan berbagai jenis disinfektan juga berpotensi menimbulkan konsentrasi yang berlebihan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan menganggu kesehatan manusia.

"Bahkan, WHO [World Health Organization] tidak menyarankan penggunaan alkohol dan klorin ke seluruh permukaan tubuh karena akan membahayakan membran mukosa tubuh seperti mata dan mulut serta dapat menimbulkan iritasi kulit," kata pria yang yang juga Direktur RSUD Sleman tersebut.

Satu-satuya cara aman untuk pencegahan pemaparan pandemi Covid-19 adalah dengan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. "Mandi serta mengganti pakaian setelah melakukan aktivitas dari tempat yang terinfeksi. Melakukan physical distancing [minimal satu meter]," ucap dia.