Pasar Hewan Pengasih Tetap Buka, tetapi Sepi Pedagang dan Pembeli

Sejumlah sapi yang ada di pasar hewan terpadu di Kecamatan Pengasih. - Harian Jogja/Uli Febriarni
02 April 2020 02:17 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Dampak wabah Covid-19 mulai dirasa pedagang Pasar Hewan Terpadu (PHT), Kapanewon Pengasih.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Hewan dan Pengelolaan Pasar Hewan (UPT RPH dan PPH) Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Joko Purwoko mengatakan saat ini memang telah terjadi penurunan aktivitas di UPT RPH Pengasih.

"Terjadi penurunan baik jumlah pedagang maupun pengunjung pasar hewan," ujar Joko pada Selasa (1/3/2020).

Pengurangan jumlah pedagang terjadi baik dari pedagang unggas, sapi dan kambing. Pada Selasa (31/3/2020) misalnya, jumlah pedagang unggas yang berjualan hanya 40 orang dari total 70 pedagang unggas. Jumlah pedagang sapi pun berkurang, dari total 20 pedagang hanya 14 yang terlihat berdagang. Sementara pedagang kambing hanya ada sekitar 20 orang dari total 37 pedagang.

Pengurangan jumlah pengunjung dibarengi dengan penurunan jumlah pedagang. Joko menceritakan ada pedagang ayam yang bisa habis menjual 12 ekor ayam sehari, kini hanya mampu menjual enam ekor ayam saja itu pun dagangnya sampai siang.

Durasi berjualan para pedagang pun berkurang. Jika biasanya pedagang unggas bisa penuh sesak pengunjung dan baru bisa tutup pukul 9.30 WIB, kini pukul 8.30 WIB sudah pada pulang saking sepinya.

Hal itu juga sama terjadi pada pedagang sapi dan kambing yang mayoritas tutup satu sampai dua jam lebih awal. Joko menduga sepinya aktivitas pasar dikarenakan penjual maupun pengunjung mematuhi anjuran pemerintah yakni memilih tetap di rumah dan keluar hanya jika perlu.

Sebenarnya beberapa langkah preventif penyebaran Covid - 19 telah dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo untuk menciptakan rasa aman. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugraha mengatakan pihaknya telah melakukan berkala di PHT Pengasih. Penyemprotan itu sudah dilakukan sebanyak empat kali, sehari sebelum pasar dibuka.

Selain itu Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo juga telah menyediakan sabun cuci tangan lima titik di sekitar PHT Pengasih. Spanduk berisi imbauan juga telah dipasang. Namun agaknya situasi lesunya aktivitas pasar masih terus berlangsung.

"Kalau kondisi sepinya karena wabah seperti ini bisa dimaklum, mungkin pedagang dan pengunjung berusaha mengurangi aktivitas di luar rumah dan pergi seperlunya," ujar Aris.