Puluhan Kambing Ettawa Ikut Kontes Ternak di Pengasih

Proses penilaian kambing PE dalam Kontes Kambing PE di Pasar Hewan Terpadu, Kapanewon Pengasih, Minggu (23/2/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
24 Februari 2020 09:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :


Harianjogja.com, KULONPROGO- Puluhan kambing peranakan etawa (PE) yang dibudidayakan para peternak di Kulonprogo mengikuti kontes kambing PE bertajuk Ngopi Bareng di kawasan Pasar Hewan Terpadu, Kapanewon Pengasih, Minggu (23/2/2020).

Kontes yang digelar Paguyuban Peternak Kambing Kulonprogo (PPKP) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan setempat itu dalam rangka kopi darat antar sesama peternak sekaligus mempromosikan kambing PE sebagai komoditi unggulan Bumi Menoreh.

"Kami adakan kontes ini pertama untuk promosi wisata. Kebetulan teman-teman peternak ada yang mengembangkan peternakan kambing PE sebagai destinasi wisata edukatif, di samping itu juga mempromosikan manfaat PE mulai dari susunya hingga ke kotorannya yang bisa digunakan untuk pupuk kandang," ujar Ketua PPKP Suharna di sela-sela kontes kambing PE, Minggu siang.

Suharna menjelaskan kontes ini rutin digelar tiap empat bulan sekali. Sebelumnya sudah diadakan di Kapanewon Samigaluh dan Girimulyo. "Dan yang ini merupakan edisi ke lima sejak pertama diadakan pada 2017 lalu," ucapnya.

Kontes kali ini melombakan lima kelas, meliputi kelas E sampai B. Untuk kelas E diikuti kambing berusia muda baik betina maupun jantan yang ukurannya relatif kecil. Tinggi kambing harus kurang dari 60 cm. Adapun di kelas D melombakan kambing dengan tinggi di atas 60 cm dan maksimal 70 cm. Sementara untuk kelas C ukurannya harus lebih dari 70 cm, dan kelas B syaratnya kambing yang sudah poel atau ganti gigi.

"Sebenarnya ada yang lebih besar lagi dan masuk kelas A, tapi tidak kami lombakan, namun kambing kelas A tetap didatangkan buat pajangan," jelas Suharna.

Kambing PE dinyatakan juara jika memenuhi sejumlah syarat, di antaranya kesehatan tubuh, postur ideal, kondisi gigi, kuku, telinga hingga bulu. Kambing yang juara akan membawa pulang piala dan uang jutaan rupiah.

Kepala Disperpangan Kulonpogo, Aris Nugroho mengatakan penyelenggaraan kontes ini merupakan salah satu upaya merangsang peternak kambing PE agar tetap menjaga kualitas kambing tersebut.

"Dengan adanya kontes ini peternak akan semakin semangat memelihara kambing PE dan menjaga kualitas dengan baik sehingga nanti akan berdampak terhadap meningkatnya pendapatan," ucapnya.

Aris mengatakan peternak kambing PE di Kulonprogo dewasa ini sudah mampu melakukan pengelolaan tidak hanya dari sisi on farm, tapi juga sampai ke pengembangan lain seperti membikin susu kambing PE dan memanfaatkan kotoran kambing tersebut menjadi pupuk organik. Di samping itu, peternakan kambing PE juga kerap dijadikan sebagai destinasi wisata edukatif yang kian menambah pendapatan para peternaknya.