Jamin Kesehatan & Kebersihan Daging, Pemkab Gunungkidul Segera Bangun RPH di Semanu

Ilustrasi daging merah - Reuters
06 Februari 2020 20:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pada hewan sekaligus memastikan kelaikan daging yang diperjualbelikan, Pemkab Gunungkidul segera membangun rumah pemotongan hewan (RPH). Dari hasil kajian wilayah yang berpotensi, Pemkab memilih Kecamatan Semanu sebagai pusat RPH.

"Saat ini kami masih mencari lahan yang cocok," kata Kepala Bidang Perekonomian Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Emy Nuraini, saat ditemui Harian Jogja, Kamis (6/2/2020).

Emy menuturkan pembangunan RPH ini sangat penting. Hal tersebut guna memastikan daging yang diperjualbelikan dan dikonsumsi masyarakat berasal dari satu sumber yamg terpercaya. "Dengan adanya RPH, daging yang beredar bisa terus dipantau," ujarnya.

Nantinya, semua ternak yang dipotong di RPH ditandai dengan surat keterangan bahwa ternak tersebut bebas dari penyakit dan sehat untuk dikonsumsi. Sebelum disembelih, semua ternak yang masuk ke RPH diperiksa kesehatannya sehingga ada jaminan daging yang beredar tidak memunculkan dampak gangguan kesehatan.

"Pilihannya Semanu karena lokasinya berbatasan dengan Kecamatan Karangmojo dan Ponjong yang merupakan pusat peredaran hewan ternak di Gunungkidul," katanya.

Menurut Emy, pembangunan RPH masih sangat awal. Saat ini Pemkab masih berkonsultasi dengan Pemerintah Pusat dalam pembangunan RPH, mulai dari titik lokasi, luas hingga teknis pembangunan.

Kepala Bagian Perekonomian Perencanaan dan Sumber Daya Alam Setda Gunungkidul, Elvita Dewi Wahid, mengungkapkan proposal pembangunan RPH sudah dikirim ke Pemerintah Pusat. Proposal tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Komisi IV DPR RI beberapa waktu lalu. "Kami memohon [dalam proposal RPH] agar mendapatkan fasilitas mesin pemotong yang modern, hygienis, dan prosesnya cepat," ujarnya.

Ia menjelaskan mesin yang modern dan cepat berpengaruh pada durasi penyembelihan. Ia mencontohkan untuk pemotongan satu ekor sapi harus memiliki waktu yang cukup sehingga daging yang keluar dari RPH dijamin halalnya. "Sehingga masyarakat aman, tidak mengonsumsi daging yang mengandung cacing dan bakteri," ujarnya.

Nantinya, RPH juga mengeluarkan produk hasil olahan daging. Jajarannya berharap Gunungkidul bisa memproduksi daging ternak yang berkualitas baik dan bisa bersaing dengan wilayah lainnya.