Gelar Aksi Sosial, PDI Perjuangan DIY Semprot Disinfektan ke Kampung-Kampung

Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan (PDIP) DIY melakukan penyemprotan disinfektan ke kampung-kampung guna memutus mata rantai virus Corona penyebab Covid-19, belum lama ini. - Ist
03 April 2020 09:32 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Berdasarkan data nasional yang tersaji, masih butuh upaya masif untuk memutus mata rantai persebaran virus Corona penyebab Covid-19. Upaya tersebut harus terus dilakukan secara tertib oleh warga masyarakat sesuai dengan anjuran pemerintah. 

Masa tanggap darurat yang diperpanjang sampai akhir April 2020 merupakan tanda bahwa sebaran Covid-19 ini masih perlu langkah tertib warga masyarakat untuk menghentikannya.

Koordinator Gugus Tugas POSKO Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan (PDIP) DIY, Indra Dinarta menyampaikan sejak dicanangkannya perlawanan terhadap wabah Covid-19, DPD PDI Perjuangan (PDIP) DIY sebagai partai pendukung Pemerintah  terus bergerak bersama kader dan warga masyarakat untuk  berupaya memutus mata rantai sebaran. Pembagian jamu, telur godog, anjuran pola hidup bersih, stay at home, sosialisasi social distancing dan physical distancing telah dilakukan dan akan terus dilakukan.

Posko Gotong Royong yang digawangi oleh kader-kader partai dan BAGUNA PDI Perjuangan DIY serta Cabang sebagai wujud wadah gerakan perlawanan terhadap wabah Covid-19 ini juga telah diselenggarakan untuk melayani gerakan pemutusan sebaran virus Corona. Posko Gotong Royong  untuk melayani warga secara akses online ini digawangi oleh Indra dinarta, Andreas Arseto, dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY Rita Nurmastuti.

"DPD Partai bersama BAGUNA PDI Perjuangan DIY dan Cabang sampai saat ini terus menggalakkan program penyemprotan desinfektan ke falisitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, tempat umum lainnya serta perkampungan warga hampir ke semua wilayah se-DIY yang jumlahnya sudah mencapai ratusan dusun atau kampung," kata Indra dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (3/4/2020). 

Penyemprotan disinfektan ke kampung-kampung ini dilakukan sebagai upaya membersihkan embrio-embrio virus yang diduga atau dicurigai bisa menjadi pertumbuhan inang virus Corona. PDIP juga mengimbau untuk menghindari perkumpulan orang banyak atau menyarankan untuk berdiam di rumah (stay at home) agar sebaran virus ini terputus.

"Gerakan ini kita lakukan bersama warga masyarakat yang meminta kepada Tim BAGUNA PDI Perjuangan DIY untuk hadir melakukan penyemprotan oleh tim yang sudah kami tentukan. Sekali lagi, gerakan kami ini tetap memakai standar prosedur yang diarahkan oleh pemerintah dan tetap sesuai dengan target gerakan social distancing dan physical distancing," tutur Indra.

DPD PDI Perjuangan DIY melalui Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY terus bersama Pemda DIY melakukan koodinasi dalam memonitor dan mengambil langkah-langkah kebijakan dalam rangka mendukung program penanggulangan wabah yang dirumuskan oleh pemerintah. Fokus perhatian partai moncong putih ini adalah kepentingan rakyat harus menjadi prioritas untuk diutamakan, dan tidak boleh ada kebijakan yang menyakiti atau tidak sejalan dengan kehendak amanat penderitaan rakyat.

"Dengan demikian seluruh energi saat ini harus difokuskan untuk mengatasi problem wabah virus ini yang sudah sampai pada hal-hal yang menyangkut kesejahteraan sosial ekonomi rakyat," katanya. 

Menurut Indra, PDIP akan terus bergerak untuk rakyat, dan solid bergerak bersama pemerintah dalam melawan dan mengatasi wabah Covid-19 ini. "Semangat kami tetap bersama rakyat, maka slogan Dari-Oleh-Untuk Rakyat adalah tujuan politik kerakyatan kami. Tidak boleh ada rakyat yang menderita adalah cita-cita perjuangan kami. Tetap jaga jarak, Hidup bersih, Stay at Home dan Berserah diri kepada Tuhan YME agar segera selesai wabah ini. Merdeka !!!" tutup Indra. *