Dosen UMY Kembangkan Mesin Pencetak APD, Ditarget Bisa Produksi 600 per Hari

Alat pelindung diri (APD). - Reuters
03 April 2020 06:07 WIB Lajeng Padmaratri Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Kurangnya stok alat pelindung diri (APD) yang teramat dibutuhkan oleh tenaga medis membuat pengajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bertekad memproduksi ratusan pelindung wajah. Saat ini mesin cetakannya masih dikembangkan.

Kepala Program Studi Teknik Mesin UMY, Berli Paripurna Kamiel menuturkan ia punya target bisa memproduksi 600 APD berupa face shield (pelindung wajah) setiap harinya seusai mesin cetakannya selesai dikembangkan di Laboratorium Teknologi Plastik UMY. Hal ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelindung wajah di Indonesia yang menurutnya saat ini mencapai 300 ribu unit.

"Produksi dimulai pekan depan, saat ini sedang finishing mesin plastic injection molding untuk mencetak frame face shield-nya," kata Berli ketika dihubungi Harianjogja.com pada Kamis (2/4/2020).

Alat pelindung wajah ini menggunakan bahan dari plastik polypropylene dan akrilik. Dengan mesin itu, diperkirakan produksi perharinya mencapai 600 unit dan akan terus diproduksi sesuai kebutuhan tenaga medis dengan target produksi awal 14.000 unit.

Nantinya, pelindung wajah ini akan disalurkan ke sejumlah rumah sakit. ”APD akan disumbangkan gratis ke tenaga medis di rumah sakit, terutama jaringan RS PKU Muhammadiyah,” paparnya.