Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. /Reuters
Harianjogja.com, BANTUL--Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Zuhandi merasa lega setelah mendapat kabar orang-orang terdekatnya dinyatakan negatif Covid-19, termasuk istrinya yang awalnya masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) kini sudah dinyatakan negatif setelah beberapa kali tes swab.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharjo, mengatakan selain pihak keluarga yang dinyatakan negatif, sebanyak 93 orang dari pihak Kejaksaan Negeri Bantul dan 58 orang dari jajaran Pemkab Bantul yang sempat menjenguk Kajari juga dinyatakan sehat dan selesai menjalani masa isolasi mandiri selama 14 hari. “Beliau [Zuhandi] merasa lega, tidak stres karena keseluruhan yang pernah kontak dengan beliau semua sehat,” kata Agus, Jumat (3/4/2020).
Dengan kondisi tersebut Dinkes Bantul mengeluarkan surat keterangan sehat atau surat bebas isolasi mandiri agar tidak ada perasaan waswas baik bagi orang yang bersinggungan langsung dengan pasien positif maupun masyarakat pada umumnya.
Agus juga menyampaikan kondisi Zuhandi saat ini dalam kondisi sehat, tidak ada lagi keluhan batuk, pilek maupun sesak napas. Akan tetapi secara klinis belum stabil. “Keluhannya hanya jenuh saja lama di ruang isolasi,” tandas Agus.
Kepala Bagian Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayuningsih juga menyatakan tidak ada keluhan lagi dari Kajari Bantul. Hanya belum diperbolehkan pulang karena hasul cek swab belum stabil.
Dia mengatakan hasil pengecekan swab dari Kajari sempat menunjukan negatif, namun pengecekan selanjutnya kembali positif sehingga masih dalam pemantauan. “Secara fisik bagus dan sehat tapi secara klinis belum stabil,” kata Siti.
Zuhandi awalnya masuk Rumah Sakit UII pada 6 Maret 2020 dengan keluhan demam, sesak napas dan batuk. Pada 11 Maret Zuhandi merasa sudah membaik dan dinyatakan boleh pulang. Pada 16 Maret Zuhandi masuk kantor dalam kondisi masih batuk dan atas saran koleganya di Kejari Bantul, Zuhandi di bawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Bantul, Johansen Parlindungan Silitonga bersyukur kondisi kesehatan atasannya sudah membaik dan juga kondisi semua pegawai Kejari Bantul yang dinyatakan sehat.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinkes Bantul yang sudah melakukan contact tracing. “Hasil keterangan sehat kepala Dinkes sejauh ini penularannya tak meluas terhadap rekan di Kejari,” kata Silitonga.
Soal ritme pekerjaan di Kejari selama ini diakui Silitonga memang sempat terganggu namun cepat teratasi dengan berbagai penyesuaian di tengah kondisi pandemi Corona, di antaranya sidang perkara pidana dilakukan melalui telekonferensi untuk menghindari tatap muka, proses penyerahan barang bukti juga diantar langsung melalui jasa paket.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.
RD Kongo umumkan skuad Piala Dunia 2026, Yoane Wissa jadi andalan. Simak daftar lengkap pemainnya di sini.