Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi kekerasan/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak dua remaja dihajar massa setelah sebelumnya berulah menantang warga dengan mengendarai sepeda motor sambil mengacungkan pedang, Minggu (5/4/2020) dini hari. Ulah nekat itu dilakukan keduanya di depan hotel Phoenix, Kampung Gondolayu Lor, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Jogja.
Kapolresta Jogja, Kombespol Armaini, menjelaskan kedua remaja yang diduga pelaku tindak kekerasan jalanan ini masing-masing berinisial NY, 18, dan AN 19. "Pelaku saat ini menjalani perawatan karena dihajar masa," ujarnya, Senin (6/4/2020).
Peristiwa bermula ketika NY dan AN mengendarai motor dari Tugu Pal Putih ke arah timur. Menurut keterangan saksi, keduanya hendak tawuran dengan musuh gengnya. Keduanya membuat keributan dan memprovokasi warga dengan mengacungkan-acungkan pedang.
Terpancing oleh ulah kedua remaja ini, warga pun mengejar. Akhirnya, tepat di depan Hotel Phoenix, NY dan AN menabrak salah seorang warga, Kampung Jogoyudan, Nugroho, 42. Akibatnya, keduanya pun terjatuh dari sepeda motor.
Saat terjatuh itulah warga yang dari tadi mengejar, menghajar kedua remaja ini. Tak berselang lama, anggota Polsek Jetis mendatangi lokasi dan mengamankan keduanya. "Untuk proses lebih lanjut, kasus ditangani Polsek Jetis," ujarnya.
Akibat peristiwa ini, NY dan AN mengalami luka cukup serius dan menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah. Sementara Nugroho juga mengalami luka parah, yakni patah tulang di kaki kanan. Ia menjalani perawatan di RS Bethesda.
Barang bukti yang disita polisi, kata Kapolresta, di antaranya adalah satu unit sepeda motor matik, sebuah helm, kartu identitas, dan satu unit ponsel. “Adapun pedang milik keduanya sementara belum ditemukan. Berdsarkan keterangan saksi, pedang terjatuh saat dihajar warga,” ucap Kapolresta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.