Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Foto dari bentuk tiga dimensi model Virus Corona./Reuters- Dado Ruvic
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyiapkan dua selter untuk menampung pemudik dari berbagai daerah yang sudah terlanjur mudik tetapi tidak bisa pulang ke rumahnya masing-masing karena ada penolakan warga atau punya anggota keluarga di rumah yang rentan terinfeksi virus Corona.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis mengatakan dua selter yang disiapkan yakni gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan Parangtritis Pundong dan Loka Bina Karya di Jalan Samas Bambanglipuro. Kedua tempat isolasi itu masing-masing dapat menampung delapan orang dan 25 orang.
Ia megakui daya tampung selter hanya sedikit. Pemkab memang tidak menyediakan tempat isolasi khusus dan menyerahkan kepada desa serta masyarakat untuk menyediakan sendiri-sendiri ruang isolasi. Dua tempat isolasi milik Pemkab yang bisa digunakan hanya sebatas untuk berjaga-jaga manakala ada penolakan dari masyarakat.
“Memang bukan untuk semua pemudik, tetapi khusus pemudik yang dtolak saja dan pemudik yang tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari setelah kepulangan karena rumahnya sempit dan terdapat anggota keluarga yang rentan tertular Covid, seperti lansia atau balita.” kata dia.
Pemkab juga akan menjamin kebutuhan pokok bagi pemudik yang tinggal sementara di dua tempat isolasi tersebut. Namun, Helmi tidak menyebut besaran anggaran untuk dua tempat penampungan sementara pemudik itu.
Mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setda Bantul ini mengatakan Pemkab Bantul tidak mewajibkan desa maupun masyarakat untuk menyediakan ruang isolasi atau ruang karantina.
Sebelumnya Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Cabang Bantul, Ani Widayani mengatakan rumah karantina diperlukan bahkan harus ada di tiap desa. Sebab pandemi Corona ini bertepatan dengan momen Ramadan dan Idulfitri sehingga banyak perantau pulang ke kampung halaman.
Ani mengatakan tidak semua warga masyarakat menerima perantau karena khawatir adanya penularan penyakit infeksi tersebut. Sementara isolasi mandiri selama 14 hari di rumah juga tidak memungkinkan apabila rumahnya sempit dan ada anggota keluarga yang rentan terinfeksi.
Menurut dia semestinya bukan hanya desa yang menyediakan rumah karantina, tetapi juga Pemkab dan Pemda DIY. Sebagai Ketua Apdesi, Ani sudah meminta semua kepala desa dibantul menyediakan rumah isolasi, “Menghadapi banyaknya pemudik atau perantau yang akan pulang,” kata Ani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Jadwal KRL Solo-Jogja September 2026 relasi Palur–Tugu Jogja lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.00 WIB hingga perjalanan terakhir malam.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
GPI 2026 menempatkan Islandia sebagai negara paling damai dan Rusia paling tidak damai. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia.
Komisi C DPRD DIY berharap Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk 2027 naik minimal 10%. Tambahan dana tersebut dinilai dibutuhkan untuk menutup k
Hindari malware di Android dengan mengunduh aplikasi dari sumber resmi, memeriksa izin akses, dan mengaktifkan Google Play Protect.