Bocah 7 Tahun di Bantul Sembuh dari Covid-19, Begini Riwayat Penularannya

Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. - Reuters
12 April 2020 14:17 WIB Hery Setiawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Satu lagi pasien positif Covid-19 asal Bantul dinyatakan sembuh setelah 25 hari menjalani perawatan di RSUD Panembahan Senopati. Kepastian itu berdasarkan hasil laboratorium yang sudah menyatakan negatif.

Pasien yang tercatat dalam kasus ke-7 itu merupakan anak-anak berusia tujuh tahun yang berdomisili di Kecamatan Bambanglipuro. Ia tertular dari sang bapak yang baru saja pulang bekerja dari luar kota. Harian Jogja berkesempatan menemui orang tua pasien pada Sabtu (11/4/2020) siang. Dia mengatakan hari itu anaknya dinyatakan sudah sembuh. Ketika ditemui, dia tengah bersiap berangkat ke rumah sakit.

Bapak pasien yang enggan disebutkan namanya itu adalah teknisi pemasangan depot air isi ulang. Mulanya, pada 10 Maret silam, dia berangkat ke Bogor,  untuk memasang instalasi depot air minum. Dia mengaku hanya satu hari di sana dan tidak pergi ke mana-mana. Di hari itu juga dia pulang naik bus. Saya [ketika di Bogor] enggak ke mana-mana, cuma di lokasi, pasang [instalasi], terus pulang,” katanya kepada Harianjogja.com.

Sesampainya di rumah pada Senin (12/3/2020) pagi, dia mulai merasa tidak enak badan. Dia pun memutuskan istirahat seharian penuh karena sorenya harus berangkat lagi ke Jakarta. Selama perjalanan menuju Jakarta dia mulai merasa badannya demam. Dia pun minum obat dan panas bisa sedikit reda.

Sepulang dari Jakarta dan sampai di rumah pada Selasa (14/3/2020), kondisi badannya tidak kunjung membaik, bahkan istri dan anaknya pun demikian.

Dia lantas memeriksakan seluruh keluarganya ke Puskesmas setempat hingga dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Selang tiga hari, yakni 17 Maret, ia bersama seluruh anggota keluarga dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati.

Tes pun dilakukan kepada dia dan keluarganya. Akan tetapi hanya anaknya yang dinyatakan positif. Padahal si anak tidak ada riwayat pergi ke luar kota. Begitu pun juga dengan sang bapak. Ketika pulang dari Bogor dan Jakarta, ia mengaku di rumah saja. “Saya juga waktu di rumah juga gak pergi ke mana-mana,” katanya, Sabtu.

Kondisi yang dialami keluarga tersebut jelas menimbulkan pertanyaan. Bagaimana mungkin seseorang bisa dinyatakan pasien positif, sementara orang terdekatnya justru dinyatakan negatif?

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Joko Wahyu Santoso, mengatakan ada banyak kemungkinan cara penularan dalam kasus ini. Sampai hari ini pun, dia belum bisa memastikannya.

Akan tetapi, pria yang akrab disapa Dokter Oky itu menjelaskan ada tiga faktor penyebab infeksi, yakni jumlah virus yang masuk; kemampuan virus; serta kekebalan tubuh. Menurutnya, mungkin si bapak merupakan orang tanpa gejala (OTG) waktu menjalani pemeriksaan. Kasus tersebut, katanya mirip dengan seorang balita positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Dr. Sardjito tempo hari. “Itu mirip kasusnya dengan balita yang positif di Rumah Sakit Sardjito,” katanya.

Berdasarkan catatan Harianjogja.com, kasus ke-7 ini merupakan kasus ketiga yang merupakan penularan generasi kedua di DIY. Ketiga kasus itu diduga tertular dari orang tak bergejala di lingkungan keluarga terdekat.

Selain kasus ke-7 yang menimpa bocah 7 tahun asal Bambanglipuro, Bantul, contoh lainnya adalah kasus ke-10 di Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, di mana pasien berusia 69 tahun yang meninggal dunia, diduga tertular oleh anaknya yang juga tak menunjukkan gejala Covid-19. 

Satu kasus lainnya adalah kasus pertama yang menimpa anak balita berumur tiga tahun asal Umbulharjo, Kota Jogja.  Pasien positif kasus Covid-19 Nomor 1 itu akhirnya sembuh. Anak itu diduga tertular oleh orang tuanya yang tidak menunjukkan gejala da saat dites hasilnya negatif Covid-19.