Advertisement
Punya Kesadaran Tinggi, Keluarga yang Terinfeksi Corona di Bantul Sudah Isolasi Mandiri Sebelum Positif Covid-19
Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Satu keluarga yang positif terinfeksi Coronavirus Disease (Covid-19) di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, sudah mengisolasi mandiri di rumah sebelum dinyatakan positif. Hasil penjejakan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan sejauh ini juga tidak ada yang menjalin kontak erat dengan tiga pasien yang terdiri dari ayah, 53; ibu, 50; dan anak berusia 22 tahun tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan setelah pulang dari Jakarta, keluarga tersebut langsung melapor ke pemerintah desa sampai ketua RT setempat, lalu mengisolasi secara mandiri di rumah.
Advertisement
“Mereka punya pemahaman tinggi [soal pencegahan Covid-19] sudah mengisolasi mandiri sehingga tak ada yang berkontak erat. Sampai sekarang belum ditemukan dari contact tracing di sekitar rumah, sehingga warga tidak perlu khawatir,” kata Sri Wahyu, di sela-sela peresmian rumah sakit darurat Covid di Bambanglipuro, Bantul, Senin (13/4/2020).
Berdasarkan informasi yang beredar di sejumlah grup aplikasi percakapan Whatsapp, keluarga yang tinggal di salah satu perumahan tersebut pergi ke Jakarta pada 18 Maret kemudian kembali ke Bantul pada 21 Maret. Sang ibu merasa demam kemudian periksa ke JIH dan hasilnya normal lalu pulang.
Namun demam tak kunjung mereda, ditambah suaminya juga batuk. Akhirnya ketiganya kembali periksa ke JIH pada 31 Maret. Setelah melalui pemeriksaan, ketiganya didiagnosis menderita pneumonia. Kemudian mereka menjalani tes swab pada 2 dan 3 April. Selama dalam proses menunggu hasil lab, mereka dipulangkan, lalu dijemput pada 12 April setelah keluar hasilnya positif terinfeksi Covid.
Bapak dan ibu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati, sementara anaknya di PKU Muhammadiyah Bantul.
Sri Wahyu memastikan informasi hasil penelusuran riwayat perjalanan ketiga pasien tersebut bukan dari Dinas Kesehatan “Terkait berita beredar adanya pengakuan pasien itu bukan dari Dinkes. Kami belum mengeluarkan statement terkait tracing. Murni itu dari warga atau mungkin pasien kami sendiri belum bisa klarifikasi,” kata Sri Wahyu.
Pria yang akrab disapa dokter Oky ini mengapresiasi keluarga tersebut yang sudah terbuka dan mematuhi imbauan pemerintah dengan melakukan isolasi mandiri, kemudian memeriksakan diri setelah merasa ada gejala yang mengarah pada Covid-19.
“Mereka paham dan sadar setelah perjalanan mengisolasi sendiri di rumah. Mereka berobat mandiri. Mereka melakukan tes mandiri di JIH,” kata Oky.
Pernyataan senada disampaikan Kepala Desa Ngestiharjo, Fathoni Aribowo. Ia mengatakan keluarga tersebut sudah melaporkan kedatangan di Bantul kepada RT dan kepala dusun, lalu mengisolasi mandiri di rumah, “Mereka sudah melaksanakan standar pendatang [pelaku perjalanan]. Warga sudah tahu ada pendatang, ketua kelompk perumahan juga tahu,” kata Fathoni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
- Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Guguran Lava Terjadi Ratusan Kali
- Aturan Baru 2027, Pemkab Bantul Mulai Pangkas Belanja Pegawai
Advertisement
Advertisement








