Sekolah Tunggu Realisasi BOS untuk Beli Kuota

Ilustrasi dana atau anggaran. - JIBI
13 April 2020 21:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah sekolah di Gunungkidul merespons positif kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terkait dengan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk membeli kuota internet bagi guru dan peserta didik sebagai upaya penyesuaian kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Corona.

Kepala SMP Negeri 1 Tepus, Heriyanto, mengaku jajarannya mendukung penuh kebijakan tersebut jika nantinya terealisasi. Dengan kebijakan itu Heri menilai Pemerintah Pusat memiliki perhatian terhadap institusi pendidikan di masa pandemi. Guru dan pelajar saat ini masih menggunakan dana pribadi untuk proses belajar mengajar. "Selama ini dana untuk membeli kuota bagi guru dan pelajar berasal dari uang pribadi masing-masing," kata Heri saat dihubungi wartawan, Senin (13/4/2020).

Heri menuturkan aturan resmi ataupun surat edaran kebijakan tersebut sampai saat ini belum diterima oleh pihak sekolah. Namun, menurut dia, aturan tersebut sudah dikaji lebih dalam oleh Kemendikbud. "Pemerintah sudah memperhitungkan dengan baik ketika dana BOS pemanfaatannya untuk kuota internet khususnya untuk membantu dalam proses belajar mengajar," ujarnya.

Kassubag Perencanaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Sumarno, menyatakan jajarannya masih mengkaji regulasi petunjuk teknis BOS hingga edaran Mendikbud terkait dengan kebijakan yang dikeluarkan.

Hal ini penting, sebab ketika juknis dan edaran turun maka Disdikpora segera menerbitkan kebijakan untuk diterapkan di wilayah Gunungkidul. "Kami masih menunggu petunjuk teknis [juknis] kebijakan ini," ujarnya.

Ia memastikan dana BOS masing-masing sekolah berbeda-beda tergantung jumlah pelajar. Misalnya untuk SD rata-rata mendapatkan alokasi sebesar Rp900.000 per pelajar setiap tahun, sedangkan untuk jenjang SMP alokasinya Rp1,1 juta per pelajar setiap tahun yang digunakan untuk menunjang pendidikan pelajar.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, saat dikonfirmasi membenarkan jajarannya masih menunggu juknis untuk merealisasikan kebijakan tersebut. Ia menjelaskan dana BOS sudah berada di rekening masing-masing sekolah sehingga ketika juknis turun maka bisa langsung diterapkan.