Advertisement
Warga Sindurejan Dirikan Lumbung Pangan
Aktivitas warga Sindurejan, Kelurahan Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan saat menjual paket bahan pokok dengan harga murah, Senin (13/4/2020). - Istimewa/Kelurahan Patangpuluhan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kampung Sindurejan, Kelurahan Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Kota Jogja mendirikan lumbung pangan yang menjual paket sembako murah untuk warga terdampak pembatasan fisik. Lumbung pangan tersebut rencananya akan terus berlangsung hingga kebijakan pembatasan fisik berakhir.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan [LPMK] Sindurejan, Yuniar Purwantoro mengatakan 90% warga di sana bekerja di sektor nonformal, seperti buruh dan pedagang harian. Mereka memperoleh pendapatan dari hasil berjualan di lokasi-lokasi keramaian.
Advertisement
Ketika kebijakan pembatasan fisik dikeluarkan, secara otomatis banyak warga yang kehilangan pendapatan. Di saat yang sama, Pemkot Jogja hingga kelurahan belum mendistrisibusikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Menurutnya, hal itu wajar lantaran proses rasionalisasi anggaran yang belum selesai. “Kalau untuk kelurahan itu kemungkinan baru datang bulan Mei,” katanya saat ditemui Harian Jogja, Senin (13/4/2020).
BACA JUGA
Berangkat dari kondisi itu, Kampung Sindurejan berinisiatif mendirikan lumbung pangan di Gedung Koperasi Sindurejan. Sebuah langkah yang menurut Yuniar akan membantu kesulitan warga dengan segera.
Awalnya, kata dia, warga mengumpulkan dana dari kas 13 RT yang ada di Sindurejan. Tidak sulit prosesnya, pasalnya, warga memang sudah terbiasa untuk gerak bersama. Dana itu masih ditambah lagi dari donasi mantan warga Kampung Sindurejan. “Jika ditotal mencapai Rp23 juta,” ucap dia.
Lumbung pangan tahap pertama dilaksanakan sejak Sabtu (11/4/2020) hingga Senin. Tahap pertama ini, baru beras saja yang dijual. Untuk paket beras 2,5 kilogram dijual dengan harga Rp20.000. Sementara paket beras lima kilogram dijual dengan harga Rp40.000.
Soal stok beras, dia mengaku disesuaikan dengan jumlah warga di Kampung Sindurejan yang mencapai 400 keluarga. Warga pun hanya diperkenankan membeli satu paket saja. Itu artinya, semua warga tanpa terkecuali berhak atas sembako murah.
Muji Pamungkas, Ketua Kampung Sindurejan mengatakan untuk putaran selanjutnya ragam sembako juga akan ditambah. Setiap paketnya akan terdiri dari beras, mi instan, minyak goreng, dan kecap. Aturannya pun masih sama, setiap keluarga hanya diperbolehkan membeli satu paket saja. “Semuanya berhak, meski pun gak ikut nyumbang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
GBK Dipadati Suporter Timnas Indonesia, Ribuan Polisi Disiagakan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai
- Baru Terima SK, Puluhan ASN Gunungkidul Diminta Turun ke Warga
- Parkir Liar di Sirip Malioboro Picu Macet Parah saat Libur Lebaran
- Momen Lebaran, Tingkat Hunian Hotel Bantul Hanya 70 Persen
- PPPK Sleman Terancam PHK, Imbas Batas Belanja 30 Persen APBD
Advertisement
Advertisement





