BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Ilustrasi APBD./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul meminta Pemkab segera merealisasikan bantuan jatah hidup (jadup) untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19, tanpa harus menunggu Pusat maupun Pemda DIY. Pasalnya dampak pandemi sudah dirasakan oleh masyarakat terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian.
Terlebih lagi bagi keluaraga orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), serta pasien positif Covid-19 yang harus diisolasi atau mengisolasi diri, beban hidupnya semakin berat karena selain tertimpa musibah juga harus berupaya memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Sekarang orang berusaha bagimana bisa bertahan hidup, bukan lagi gaya hidup. Untuk bertahan hidup saja susah,” kata Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo, Rabu (15/4/2020). “Terutama untuk warga miskin yang tidak terkover bantuan Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai,” kata dia.
Hanung mengaku menyaksikan langsung bagaimana susahnya keluarga ODP di Dlingo yang baru pulang dari Jakarta. Keluarga yang terdiri dari tiga orang tersebut salah satunya sakit stroke. Sementara kedua anaknya mengandalkan gaji harian. Mereka tidak diperkenankan keluar rumah karena baru pulang dari Jakarta.
Beruntung warga sekitar keluarga tersebut secara sukarela membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga tersebut, termasuk mencarikan rumput untuk ternaknya. Di sisi lain, kata Hanung, warga juga punya kekhawatiran dalam penularan Covid-19. Akhirnya Hanung berinisiatif melaporkan langsung kejadian tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul dan meminta Puskesmas Dlingo menanganinya.
Hanung meyakini kejadian tersebut tidak hanya menimpa satu keluarga di Dlingo, tetapi juga keluarga lain yang harus mengisolasi mandiri karena bergejala atau karena setelah bepergian dari luar daerah. “Untuk keluarga yang mampu tidak masalah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keluarga yang sudah dapat PKH [Program Keluarga Harapan] dan BPNT [Bantuan Pangan Nontunai] juga sudah klir. Nah yang belum dapat bantuan sama sekali ini bagaimana harus dipikirkan,” kata Hanung.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyatakan Pemkab sudah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Bahkan refocusing tersebut juga termasuk anggaran di DPRD yang mencapai Rp2,2 miliar pemotongannya, maka harus segera direalisasikan untuk kesehatan, jaringan pengaman sosial, serta pemulihan ekonomi.
Menurut dia penanganan bantuan warga terdampak ini tidak perlu menunggu Pusat dan Pemda DIY karena tidak menyentuh warga penerima PKH dan BPNT, tetapi juga menyasar warga umum yang menggantungkan hidup pada pendapatan harian seperti sopir, ojek online, petani, nelayan, serta tenaga kerja yang diberhentikan atau dirumahkan. “Minimal pemberian jadup atau bentuknya sembako minimal untuk menjaga kelangsungan hidup. Minimal 3 bln sudah ada alokasinya,” kata Hanung.
Dia juga meminta bantuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga segera direalisasikan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bantul, Bambang Guritno, sebelumnya mengatakan hasil penyisiran anggaran yang akan digunakan untuk penanganan Covid hampir mencapai Rp300 miliar. Dana itu akan digunakan untuk kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Google menguji pusat data AI di luar angkasa lewat Project Suncatcher dengan membawa empat chip TPU ke orbit.