KPU Sleman Akan Aktifkan PPK dan PPS, Ini Tahapan yang Akan Dilakukan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
16 April 2020 01:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- KPU kabupaten Sleman bakal menyelenggarakan sejumlah penyesuaian tahapan dan program pemilihan sambil menunggu perubahan PKPU 16/2020 tentang tahapan dan jadwal pemilihan gubernur dan wakil gubernur bupati dan wakil bupati dan walikota dan wakil walikota tahun 2020.

Ketua KPU kabupaten Sleman Trapsi Haryadi mengatakan jika ia dan jawatannya juga akan mengaktifkan kembali panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) pada 31 Mei 2020 mendatang.

"Kemudian, KPU kabupaten Sleman juga akan mempersiapkan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dan mempersiapkan tahapan pemutakhiran data pemilih," ujar Trapsi, Rabu (15/4/2020).

Berdasarkan jadwal tahapan pemilu dari KPU RI yang bakal diselenggarakan pada 9 Desember 2020, pengumuman, pendaftaran, dan penelitian, penetapan paslon akan diselenggarakan pada 17 Agustus sampai dengan 8 September 2020.

Sedangkan, untuk syarat dukungan paslon perseorangan akan dilaksanakan pada periode 9 Juni sampai dengan 1 Agustus 2020. Untuk masa kampanye sendiri akan dilaksanakan selama 86 hari sejak tanggal 11 September sampai dengan 5 Desember 2020.

Sebelumnya, Komisi II DPR RI, Kemendagri, KPU, dan Bawaslu RI sepakat jika penyelenggaran Pilkada 2020 baka diselenggarakan pada 9 Desember 2020.

Lebih lanjut, Trapsi mengatakan perlu disampaikan terlebih dahulu bahwa KPU RI menyampaikan opsi waktu pelaksanaan pemilihan kepala daerah yaitu bulan Desember 2020, Maret 2021, dan September 2021. "Kemudian, kemarin sore disepakati bahwa pelaksanaan pemilihan pada 9 Desember 2020," ujarnya.

Adapun, lanjut Trapsi, bulan Juni 2020 nanti juga bakal dilakukan rapat kerja kembali antara Pemerintah, DPR RI dan penyelenggara pemilu yang akan mempersiapkan pemilihan dengan memperhatikan perkembangan Covid-19.

Ketua DPC PKB Kabupaten Sleman R. Agus Kholik mengatakan jika ia dan jawatannya juga berupaya untuk menyesuaikan dengan jadwal yang baru ditetapkan oleh KPU terkait dengan penyelenggaraan pilkada. "Apalagi kondisi sekarang ini di tengah Covid-19, jadi semuanya memang harus berubah," imbuhnya.

Terkait dengan konsep kampanye yang akan diusung oleh Agus Kholik dan jawatannya dalam Pilkada, ia mengaku jika masih melakukan upaya estimasi dan pertimbangan apa yang akan diambil. "Baru mau kita bicarakan," tandasnya.

Ketika disinggung mengenai upaya koalisi yang dilakukan oleh jawatannya kepada partai lain, calon yang diusung dari fraksi PKB Sleman ini mengaku jika saat ini upaya koalisi masih dinamis. "Masih dinamis ini," terangnya.

Calon lainnya, Kepala Desa Condongcatur Reno Chandra Sangaji yang juga maju sebagai calon bupati Sleman melalui gerbong partai Golkar mengatakan jika ia dan jawatannya terus melakukan koordinasi terkait dengan rencana kampanye yang bakal dilancarkan.

"Kami [tim kampanye] tetap berjalan terus seperti jadwal yang sudah kami tentukan di masing-masing wilayah, kemudian dengan adanya batasan untuk tidak bisa bertemu secara tatap muka dan mendatangkan massa ini kami menggunakan media sosial untuk menyapa masyarakat atau netizen yang ada di medsos," terangnya.

Kemudian, lanjut Reno, baliho baliho yang ada di sejumlah titik wilayah kecamatan kabupaten Sleman juga sudah didirikannya untuk meraup atensi dari warga Bumi Sembada.

"Komunikasi dengan partai politik juga jalan dan dengan diundurnya di Desember nanti (Pilkada) kami lebih mantap dan percaya diri," tutupnya.