OPINI: Pemilu Serbia dan Brasil: Gelombang Antikemapanan Lintas Benua?
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
Ilustrasi wisatawan di Songgo Langit, Mangunan, Bantul./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana mulai kembali mempromosikan agenda wisata di Bumi Projotamansari mulai akhir tahun. Pasalnya hingga kini Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul masih memberlakukan pembatasan fisik (physical distancing) dan penutupan objek-objek wisata.
Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Wibowo mengaku belum bisa memastikan kapan atraksi wisata kembali digelar. Pasalnya, saat ini masih berlaku pembatasan fisik serta penutupan objek-objek wisata guna meredam pandemi. Kendati begitu, ia menargetkan apabila Juni situasi sudah kondusif, promosi melalui atraksi wisata akan segera dilakukan.
Memang, kata dia, sesuai target awal, agenda atraksi wisata mulai dipromosikan pada Juli. Akan tetapi lantaran adanya pandemi Covid-19, rencana itu terpaksa dianulir. “Ya belum tahu kapan dilakukan lagi [promosi wisata]. Menunggu suasana sudah kondusif. Begitu sudah kondusif, pasti kami langsung gerak cepat. Kalau sudah kondusif, tetapi enggak promosi kan itu keliru namanya,” katanya kepada Harianjogja.com, Jum’at (17/4/2020).
Dia menjelaskan desa wisata menjadi salah satu sub-sektor yang diprioritaskan. Kendati tidak secara langsung berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah [PAD] Kabupaten Bantul, tetapi desa wisata akan menjadi penolong masyarakat sekitar untuk bangkit dari krisis pandemi. Desa wisata, menurutnya, juga dinilai efektif untuk menarik perhatian turis.
Selain itu, subsektor penghasil PAD yang juga drop juga turut menjadi perhatian. Pasalnya, hal itu juga akan membantu pemulihan ekonomi Bantul. Rencananya tetap sama, yakni memaksimalkan agenda atraksi wisata, mulai dari tingkat nasional hingga internasional yang bisa digelar di desa wisata dan sejumlah titik subsektor penghasil PAD pariwisata. “Yang pasti jika Juli mulai promosi, atraksi wisata bisa saja digelar saat akhir tahun. Tetapi apabila masih belum kondusif, kemungkinan terburuk baru bisa dilaksanakan tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
Pemkot Jogja menyiapkan Rp1 miliar pada 2027 untuk mengembangkan integrated farming di Bener sebagai pusat edukasi dan produksi pangan.
Apple mengakui laporan layar bagian dalam iPhone Duo retak di sekitar engsel. Pengguna terdampak dapat mengajukan penggantian melalui AppleCare.
Konsumsi minuman manis berlebihan dapat meningkatkan risiko fatty liver. Dokter menjelaskan penyebab, gejala, risiko, dan cara mencegahnya.
Bahlil menyebut ekspor listrik Indonesia bisa berlanjut jika negara pembeli menyepakati harga. Pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan domestik.
Damkarmat Kota Jogja masih menerima panggilan hotline darurat tanpa respons. Persoalan ini telah dilaporkan kepada Diskominfo dan Telkomsel.