Puluhan Nelayan Asal Pekalongan Dikarantina di Laut Selatan Gunungkidul

Aktivitas bongkar muat di kawasan Pelabuhan Sadeng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan
19 April 2020 17:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 33 nelayan asal Pekalongan, Jawa Tengah diminta melakukan karantina mandiri selama 14 hari di tengah laut. Karantina dilakukan sebagai upaya mencegah potensi penularan Covid-19 di wilayah Pelabuhan Sadeng, Kecamatan Girisubo.

Ketua Kelompok Nelayan Sadeng, Sarpan mengatakan, di kawasan pelabuhan awalnya menerapkan kebijakan ketat. Yakni nelayan dari luar daerah dilarang masuk untuk mencegah penyebaran virus corona. Di awal penerapan kebijakan ini ada 13 nelayan yang diminta untuk pulang ke daerah asal.

Seiring berjalannya waktu, aturan ini diperlonggar karena nelayan dari luar daerah diperbolehkan masuk, tapi dengan catatan harus mau diperiksa kesehatannya serta melakukan karantina mandiri di tengah laut. Sarpan berdalih, kebijakan memperlongar aturan lebih dikarenakan faktor ekonomi agar nelayan tetap bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. “Murni alasan ekonomi, jadi nelayan luar boleh masuk asal melakukan karantina di laut,” kata Sarpan kepada wartawan, Minggu (19/4/2020).

Dia menjelaskan, pada Sabtu (18/4/2020) pagi ada 33 nelayan asal Pekalongan yang masuk ke Sadeng melalui jalur darat. Rombongan ini pun diperbolehkan masuk ke kawasan pelabuhan untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Puskesmas Girisubo.

Setelah pemeriksaan selesai, para nelayan diminta naik ke kapal ukuran 30GT untuk proses karantina mandiri. “Tidak boleh komunikasi dengan penduduk lokal, karena langsung diminta naik ke kapal untuk karantina,” ungkapnya.

Sarpan menjelaskan, selama karantina, kondisi kesehatan nelayan akan dipantau melalui komunikasi via radio. “Hari pertama aman karena puluhan nelayan yang dikarantina dalam kondisi sehat,” katanya. Meski dalam proses karantina, para nelayan ini tetap diperbolehkan beraktivitas untuk menangkap ikan. Hanya saja, rombongan tidak boleh mendarat sebelum masa karantina 14 hari berakhir.

“Biasanya kalau melaut hanya tujuh sampai sepuluh hari. Tapi, berhubung ada proses karantina maka harus mematuhi prosedur yang ada,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Camat Girisubo, Arif Yahya. Menurut dia, kedatangan rombongan nelayan asal Pekalongan ini dikawal oleh aparat TNI dan Polri. Selain itu, para nelayan juga mau mematuhi untuk melakukan karantina di laut. “Meski berada di laut, tapi kondisi kesehatannya terus dipantau,” kata Arif.

Dia menjelaskan, selama melaut para nelayan juga diwajibkan memakai masker serta menjaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. “Para nelayan juga harus rajin cuci tangan untuk menghindari potensi penyebaran penyakit,” katanya.