Lanjutan Tes Lelang Jabatan Tunggu Nilai Tim Asesmen

ILustrasi lelang jabatan - JIBI
26 April 2020 20:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemkab Gunungkidul memastikan lelang jabatan tinggi pratama terus berjalan. Meski demikian, untuk kelanjutan seleksi masih menunggu hasil penilaian dari tim asesmen.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejaheraan Rakyat Setda Gunungkidul, Sigit Purwanto, mengatakan untuk tahapan lelang jabatan sudah dilakukan tes uji kompetensi. Dalam tes ini panitia seleksi melibatkan tim asesmen Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Tes sudah dilakukan dan tinggal menunggu hasil penilaian dari tim asesmen,” kata Sigit kepada wartawan, Sabtu (25/4/2020).

Menurut dia, seleksi terbuka masih harus melalui beberapa tahapan. Setelah uji kompetensi, setiap peserta harus mengikuti tahapan lain seperti penulisan makalah, uji gagasan, wawancara hingga tes kesehatan atau penelusuran rekam jejak. Hanya, kata Sigit, lanjutan tes masih menunggu diselesaikannya penilaian dari tim asesmen. “Nanti kalau nilai akumulasinya sudah keluar, maka bisa dilanjutkan ke tahapan tes berikutnya,” katanya.

Pelaksana Tugas Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul ini mengatakan dalam seleksi pansel akan mengambil tiga nama dengan torehan nilai tertinggi di setiap lowongan. Ketiga nama kandidat diserahkan ke Bupati untuk kemudian dipilih menduduki jabatan yang dilelang. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan seleksi bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Kepala Bidang Mutasi BKPP Gunungkidul, Agus Sumaryono, mengatakan lelang jabatan dibuka untuk tiga posisi masing-masing kepala Kesbangpol, kepala BKPP dan kepala Satpol PP. Pendaftaran untuk lelang jabatan sudah dibuka akhir Januari lalu. Hasil dari pendaftaran, lowongan kepala Satpol PP menjadi OPD yang paling banyak diminati dengan jumlah pelamar tujuh orang, sedangkan untuk Kesbangpol ada empat pelamar dan BKPP sebanyak lima pelamar. “Total ada 16 orang yang mendaftar,” katanya.

Agus memastikan dalam penyelenggaraan tes dilakukan secara transparan karena proses menggunakan aplikasi Sistem Informasi Jabatan Pimpinan Tertinggi (Sijabti) yang operatornya berasal dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Tim dari pansel hanya sebatas mengisi hasil dari tahapan karena nantinya semua terakumulasi dalam aplikasi tersebut. “Langsung lewat aplikasi hasilnya dan tiga nama terbaik diajukan ke bupati untuk dipilih menduduki jabatan yang kosong,” katanya.