Ini Sosok Caca, Si Peracik Lirik Lagu "Damai Kulonprogo"

Scholastica Berty Anstaca Formayla atau Caca. - Ist/Dokumentasi Pribadi
27 April 2020 04:37 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGOTenanglah ini bukan akhir yang dinanti, niscaya esok kan bersua kembali 

Itulah sepenggal lirik lagu Damai Kulonprogo yang ditulis Scholastica Berty Anstaca Formayla. Caca panggilan akrabnya, bersama Dhimas Agil yang tergabung dam grup musik "Roti & Mentega" menyusun kata demi kata untuk lagu penyemangat masyarakat Kulonprogo itu.

Sudah sejak TK Caca mengenal musik. Dari usia dini itulah Caca sudah mengikuti berbagai perlombaan menyanyi dan memainkan beragam alat musik. Musik yang sudah seperti makanan sehari-hari Caca begitu melekat di hidupnya setiap hari. "Musik itu hidup aku, ibaratnya enggak ada hari tanpa musik, setiap hari paling enggak menyanyi," ungkapnya.

Saat menginjak tahun 2016, Caca mulai membentuk grup musiknya. Pada tahun itulah Caca mulai mengasah kemampuannya menulis lirik. Kala umurnya baru menginjak 18 tahun, Caca mulai mengasah kemampuannya menulis lirik. Tak pelak di usianya kini, ia tergolong piawai membuat lagu. "Kalau lagu Damai Kulonprogo itu aku bikin enggak sampai 24 jam," ucapnya.

Caca berada di kamarnya kala diminta menulis lirik untuk lagu Damai Kulonprogo. Ia mencari suasana tenang untuk berpikir dan tanpa diganggu. Masih menatap ponselnya dengan serius, jemarinya siap di atas tombol keyboard, menunggu kata-kata keluar dari pikirannya. Sambil termangut-mangut sesekali, Caca merangkai lirik. Alhasil tidak butuh 24 jam lirik yang menggugah diselesaikan Caca.

Lagu yang digunakan untuk galang donasi pencegahan dan penyebaran Covid-19 itu memiliki banyak pesan. Melalui lirik lagu Damai Kulonprogo, Caca ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat dari berbagai elemen agar tetap optimistis menghadapi pandemi. Hal itu Caca tuang dalam liriknya -- Walau jauh kita terpisah di hari ini, Ku pastikan waktu panjang kan kita temui. "Caca ibaratnya bilang, kalau kita semua nurut (mematuhi protokol kesehatan) besok pasti ketemu kembali kok," tuturnya.

Kini lirik Caca yang tertuang dalam lagu Damai Kulonprogo telah ditonton setidaknya 30.000 lebih penonton lewat video klip yang diunggah di youtube. Caca tidak menyangka, apa yang dia tulis akan didengar orang sebanyak ini. "Senang, terharu, dengan banyak didengar berarti kan ada orang yang notice dengan apa yang Caca mau sampaikan," ungkapnya. Ia merasa senang bila tulisannya bisa membuat orang tergugah semangatnya untuk berbuat baik.

Sekali lagi, Caca terharu sekaligus bangga, tidak menyangka lagunya dapat menggerakkan orang untuk berbuat baik. Berdonasi untuk pencegahan dan penyebaran Covid-19 yang disalurkan kepada tenaga medis di Kulonprogo. Caca berharap lagu Damai Kulonprogo bisa digunakan tidak hanya saat pandemi, melainkan digunakan diberbagai momem buruk yang akan terjadi kedepannya.

"Harapan lagu ini bisa digunakan untuk memacu semangat masyarakat Kulonprogo untuk guyup dan gotong royong menghadapi segala rintangan yang akan datang kedepannya," ucapnya.

Seperti yang tertuang dalam liriknya -- Bersama kita berbagi asa, melepaskan semua luka lara, tiap hembus napas kita bersatu, bahu membahu satukan tuju satukan laju. Di usianya yang menginjak 22 tahun, Caca seolah menjawab bahwa melalui karya, dia bisa berguna dan membantu sesama.