Tak Punya Gawai untuk Pembelajaran Jarak Jauh, Siswa Dipinjami Sekolah

Ilustrasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
28 April 2020 16:27 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang ditempuh dengan sistem daring membuat siswa harus mengakses kelas lewat gawai. Namun, tidak semua siswa memiliki fasilitas ini, sehingga kondisi ini cukup menyulitkan mereka mengakses pembelajaran.

Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Dodot Yuliantoro mengatakan ada delapan siswanya yang dari hasil evaluasi PJJ di sekolah tersebut selama sebulan terakhir tidak dapat mengikuti PJJ. Alasannya mulai dari gawainya tidak mendukung untuk akses pembelajaran, sering error, bahkan ada yang tidak memiliki gawai sejak awal.

Di sekolah ini, PJJ dilakukan menggunakan platform Google Classroom, Whatsapp, serta sistem e-learning sekolah berbasis Moodle. "Ada beberapa siswa yang memang belum ikut sama sekali karena tidak punya smartphone. Selama ini ada yang gantian dengan kakak atau adiknya, ada juga yang rusak smartphone-nya," kata Dodot ketika dihubungi pada Selasa (28/4/2020).

Di waktu-waktu yang dirasa aman, ia menganjurkan siswanya yang belum bisa ikut PJJ untuk meminta materi dari kawan sekolahnya yang rumahnya dekat dengan dia. "Karena meski sekolah sudah menyiapkan soft file, anak-anak yang tidak punya smartphone pasti tetap tidak bisa download," ujarnya.

Berangkat dari hal itu, sekolah kemudian meminjamkan perangkat tablet kepada delapan siswanya supaya tetap bisa mengikuti PJJ. Dijelaskan Dodot, SMKN 2 Yogyakarta memiliki 18 buah perangkat tablet dari inventaris sekolah yang merupakan alat praktek untuk pembelajaran di sekolah dan diperoleh dengan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Tablet ini dipinjamkan bagi siswa yang benar-benar mengalami kendala pembelajaran jarak jauh, khususnya kendala perangkat. Dodot berharap peminjaman tablet kepada siswa bisa melancarkan PJJ dan meringankan beban siswa dan orang tua.

Waka Sarana & Prasarana SMKN 2 Yogyakarta, Maryuwono menambahkan perangkat tablet tersebut dapat digunakan oleh kedelapan siswa tersebut hingga masa PJJ dinyatakan selesai oleh sekolah.

Sebelum ini SMKN 2 Yogyakarta juga sudah terlebih dahulu memberikan subsidi kuota internet untuk PJJ sebesar maksimal Rp100.000 yang bersumber dari Dana BOS. Subsidi tersebut diperuntukkan untuk seluruh siswa.