Pemkab Bantul Perpanjang Masa Belajar di Rumah hingga 16 Mei

Ilustrasi belajar di rumah. - Antara/Anis Efizudin
26 April 2020 13:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Masa pembelajaran jarak jauh secara daring di Bantul resmi diperpanjang hingga 16 Mei mendatang.

Keputusan perpanjangan tersebut tertulis dalam Surat Edaran Bupati Bantul No.423/01840 tentang Penambahan Masa Pembelajaran Jarak Jauh bagi Peserta Didik pada Masa Darurat Bencana Covid-19 di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Bantul.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Bupati Bantul Suharsono tersebut dijelaskan jika kegiatan belajar untuk tingkat TPA, PAUD dan sederajat mulai 29 April hingga 16 Mei ditiadakan. Sementara untuk pembelajaran daring di tingkat SD, MI, SMP dan sederajat pada 29-16 Mei mendatang. “Sambil menunggu kebijakan program kesetaraan dari Pusat, proses pembelajaran program paket A, B dan C, dapat dilaksanakan secara online,” kata Suharsono dalam surat tersebut.

Selain itu, dalam surat tersebut juga ada ketentuan mengenai teknis pelaksanaan kelulusan, kenaikan kelas, dan penjadwalan pengumuman pada masing-masing jenjang pendidikan. “Berpedoman kepada protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Suharsono.

Kepala Bidang SD Disdikpora Bantul Edy Sutrisno membenarkan adanya perpanjangan masa pembelajaran daring hingga 16 Mei mendatang. Selain memaksimalkan sejumlah aplikasi untuk mendukung pembelajaran secara daring, sejauh ini Disdikpora Bantul masih menunggu keputusan teknis untuk pengumuman serentak.

“Rencana pengumuman kelulusan 9 Juni. Kami masih menunggu pihak provinsi nantinya teknisnya akan seperti apa. Termasuk apakah kami perlu mengeluarkan tanda lulus atau tidak serta kemungkinan penggunaan aplikasi untuk mengumumkannya,” katanya, Minggu (26/4).

Grup Whatsapp

Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh Disdikpora Bantul terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh lebih efektif menggunakan aplikasi Whatsapp. Melalui fitur grup yang ada di aplikasi tersebut, proses pembelajaran hingga pengiriman tugas lebih efektif.

“Ada memang beberapa sempat menggunakan aplikasi lainnya, tetapi tidak maksimal. Sejauh ini kami melihat penggunaan grup Whatsapp lebih efektif, apalagi untuk komunikasi dan juga pengiriman tugas,” ujar dia.