Uruguai Gagal ke 32 Besar, Pulang Pakai Pesawat Komersial Bukan Carter
Tidak hanya gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, skuad Uruguai juga harus menelan pil pahit: penerbangan carter dibatalkan!
Ilustrasi belajar di rumah./Antara-Anis Efizudin
Harianjogja.com, BANTUL—Masa pembelajaran jarak jauh secara daring di Bantul resmi diperpanjang hingga 16 Mei mendatang.
Keputusan perpanjangan tersebut tertulis dalam Surat Edaran Bupati Bantul No.423/01840 tentang Penambahan Masa Pembelajaran Jarak Jauh bagi Peserta Didik pada Masa Darurat Bencana Covid-19 di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Bantul.
Dalam surat yang ditandatangani oleh Bupati Bantul Suharsono tersebut dijelaskan jika kegiatan belajar untuk tingkat TPA, PAUD dan sederajat mulai 29 April hingga 16 Mei ditiadakan. Sementara untuk pembelajaran daring di tingkat SD, MI, SMP dan sederajat pada 29-16 Mei mendatang. “Sambil menunggu kebijakan program kesetaraan dari Pusat, proses pembelajaran program paket A, B dan C, dapat dilaksanakan secara online,” kata Suharsono dalam surat tersebut.
Selain itu, dalam surat tersebut juga ada ketentuan mengenai teknis pelaksanaan kelulusan, kenaikan kelas, dan penjadwalan pengumuman pada masing-masing jenjang pendidikan. “Berpedoman kepada protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Suharsono.
Kepala Bidang SD Disdikpora Bantul Edy Sutrisno membenarkan adanya perpanjangan masa pembelajaran daring hingga 16 Mei mendatang. Selain memaksimalkan sejumlah aplikasi untuk mendukung pembelajaran secara daring, sejauh ini Disdikpora Bantul masih menunggu keputusan teknis untuk pengumuman serentak.
“Rencana pengumuman kelulusan 9 Juni. Kami masih menunggu pihak provinsi nantinya teknisnya akan seperti apa. Termasuk apakah kami perlu mengeluarkan tanda lulus atau tidak serta kemungkinan penggunaan aplikasi untuk mengumumkannya,” katanya, Minggu (26/4).
Grup Whatsapp
Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh Disdikpora Bantul terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh lebih efektif menggunakan aplikasi Whatsapp. Melalui fitur grup yang ada di aplikasi tersebut, proses pembelajaran hingga pengiriman tugas lebih efektif.
“Ada memang beberapa sempat menggunakan aplikasi lainnya, tetapi tidak maksimal. Sejauh ini kami melihat penggunaan grup Whatsapp lebih efektif, apalagi untuk komunikasi dan juga pengiriman tugas,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tidak hanya gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, skuad Uruguai juga harus menelan pil pahit: penerbangan carter dibatalkan!
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.