Dampak Pandemi Corona, Kerajinan Serat Alam Hanya Disimpan di Gudang

Salah satu pebisnis kerajinan serat alam, Indri Widiyanti menunjukkan gudang produk kerajinannya pada Senin (27/4/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
28 April 2020 03:17 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Kapanewon Sentolo menjadi salah satu sentra industri di Kulonprogo. Salah satu produk andalan kawasan industri tersebut adalah kerajinan serat alam. Namun di tengah pandemi beberapa galeri kerajinan serat alam terpaksa tutup.

Salah satu galeri kerajinan sentra alam yang tutup adalah Jogjavanesia. Pemilik galeri tersebut Indri Widiyanti mengatakan sejak pandemi galerinya terpaksa tutup. "Sejak diumumkan kasus Covid-19 pertama di 1 pembelian barang kerajinan hingga akhirnya terpaksa tutup," ucap Indri yang ditemui pada Senin (27/4/2020).

Dampaknya dari empat pegawai yang bekerja di galeri Indri hanya tinggal dua orang yang masih bekerja. "Itupun saya suruh bersihkan galeri saja karena tutup tidak ada pembuatan kerajinan," jelasnya.

Sebelumnya galeri Indri menjual berbagai hasil kerajinan agel, bagor, enceng gondok, pandan dan serat alam lainnya menjadi berbagai aksesoris dan pernak-pernik. Namun karena pandemi, semua barang kerajinan di galeri ditaruh di gudang.

"Sekarang tidak ada yang kami pampang di rak galeri, semua kami masukkan ke kardus dan tata di gudang," jelasnya.

Kini guna bertahan pandemi Indri beralih berjualan masker kain batik. Awalnya kain batik yang digunakan untuk dipadukan dengan berbagai kerajinan serat alam, kini digunakan untuk masker kain. "Awalnya laku banyak bisa 2000 masker kain seminggu, sekarang ya 500 seminggu saja tidak habis," ucapnya.

Selain beralih ke masker kain, Indri dan beberapa pengrajin serat alam lainnya hanya mengandalkan penjualan via daring. "Banyak yang tutup mas kiosnya, sekarang hanya mengandalkan online saja," ucap Indri.