Masa Belajar Daring di Sleman Resmi Diperpanjang hingga 16 Mei

Seorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI. - ANTARA FOTO/Saiful Bahri
29 April 2020 16:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Masa pembelajaran jarak jauh bagi siswa SD maupun SMP yang ada di Sleman resmi diperpanjang hingga 16 Mei mendatang. Sebelumnya, Dinas Pendidikan Sleman sudah melakukan perpanjangan masa pembelajaran jarak jauh hingga 14 April 2020.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono mengatakan keputusan perpanjangan tersebut diambil berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. "Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tetap diperpanjang. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemda DIY [Disdikpora DIY]," ujar Arif Haryono, Rabu (29/4/2020).

Upaya perpanjangan masa pembelajaran jarak jauh, kata dia, bukan tanpa alasan. Dengan melihat situasi di tengah pandemi Covid-19, langkah pembelajaran jarak jauh bagi siswa dan guru menjadi pilihan yang bijak.

Pasalnya, di kabupaten Sleman sendiri kasus Covid-19 juga baik dari angka kasus positif dan orang dalam pemantauan (ODP) terus mengalami kenaikan. Selain itu, pembelajaran jarak jauh juga difasilitasi dengan berbagai model pembelajaran. Mulai dari pembelajaran via daring dengan menggunakan ponsel atau gadget lainnya, hingga program televisi nasional yang memberikan materi pembelajaran jarak jauh bagi siswa yang digagas Kemendikbud.

"Pemerintah juga sudah mengimplementasikan pembelajaran lewat program kegiatan belajar mengajar yang ada di sebuah televise nasional. Jadwalnya sudah disediakan baik SD maupun SMP. Begitu juga dengan tema dan subtemanya apa sudah disediakan," ucap dia.

Selama pembelajaran jarak jauh, kata dia, guru tetap bertugas seperti memantau kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. Lalu juga membuat penugasan atau semacam resume bagi siswa.

Lebih Fleksibel

Pembelajaran jarak jauh yang ada di kabupaten Sleman baik SD dan SMP berjalan pada kondisi tertentu dan disesuaikan dengan kondisi orang tua siswa baik dari sisi sosial dan ekonomi. Menurutnya, jangan sampai pembelajaran jarak jauh ini justru membuat siswa kesulitan dan akhirnya tidak berjalan dengan efektif.

"Ada siswa yang orang tuanya hanya punya satu ponsel sedangkan anaknya ada tiga dan butuh gadget dalam melakukan tugas sekolah via daring. Pengerjaan tugas juga disesuaikan dengan ketersediaan ponsel. Alhasil, pengumpulan tugas juga disesuaikan dan fleksibel tidak harus dibatasi hari dan waktu. Intinya bagaimana pembelajaran di rumah anak-anak tetap enjoy," ujar dia.

Berdasarkan catatan dari Disdik Sleman, Pemkab Sleman sudah tiga kali memperpanjang masa pembelajaran jarak jauh. "Disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada. Kami koordinasikan dengan provinsi terkait dengan perpanjangan ini," ujar dia