Satu Kasus Positif Covid-19 di Gunungkidul Diduga Tertular Saat Jemaah Tabligh di Jakarta

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
01 Mei 2020 15:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemkab Gunungkidul mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 di Dusun Gadungsari, Wonosari. Total hingga saat ini sudah ada enam warga yang dinyatakan positif.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, adanya penularan Corona di Gadungsari, hingga saat ini sudah ada 211 warga yang dilakukan rapid test. Adapun hasilnya, 32 warga menunjukkan tanda reaktif terhadap Covid-19. “Sudah diambil swab dan ada yang hasilnya negatif, tapi belum semuanya keluar,” kata Dewi, Jumat (1/5/2020).

Dia menjelaskan, tindak lanjut dari hasil tes hingga Jumat siang ada 17 warga yang diisolasi di Rumah Sakit Saptosari. Jumlah ini mengalami penambahan karena saat tempat isolasi dibuka hanya 12 warga yang dikarantina secara massal. “Penambahan ini erat kaitannya dengan penularan di Gadungsari,” katanya.

Disinggung mengenai masifnya penularan di Gadungsari, Dewi tidak menampik hal itu sehingga pemkab harus mewaspadai penyebaran yang lebih luas.

Terlebih lagi, hasil dari penelurusaran diketahui ada salah seorang pasien positif Corona di dusun tersebut yang mengikuti kegiatan jemaah tabligh di Jakarta beberapa waktu lalu. “Sementara ini ada kemungkinan ada potensi seperti itu. Penularan disebabkan karena kegiatan itu [Jemaah Tabligh di Jakarta]. Yang jelas, penularan masih ada yang keluarga dan lingkungan tetangga,” ungkapnya.

Dia memastikan proses penelurusan terus dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menekan potensi penularan. “Jalan terus sehingga data yang dirappid tes atau hasilnya terus berubah seiring penulusuran yang dilakukan petugas,” imbuhnya.