Kasus Corona di DIY Melonjak karena Klaster Jemaah Tabligh

Foto ilustrasi. - Reuters
02 Mei 2020 19:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Klaster jemaah tablih mendominasi penambahan kasus positif Covid-19 di DIY.

Pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di DIY bertambah 10 kasus, sehingga total menjadi 114 kasus seluruh DIY per Sabtu (2/5/2020).

Dari penambahan 10 kasus hari ini didominasi klaster jemaah tabligh dan sisanya usai perjalanan dari daerah zona merah.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan berdasarkan hasil laboratorium ada penambahan jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 10 kasus. Sehingga total pasien Covid-19 di DIY total menjadi 114 kasus per Sabtu (2/5/2020).

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan negatif hanya bertambah satu orang, dari sebelumnya 685 pada Jumat (1/5) dan Sabtu (2/5/2020) terpantau menjadi 686 pasien dinyatakan negatif Covid-19.

"Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 pada hari ini tanggal 2 Mei 2020 sebanyak 10 kasus, sehingga jumlah kasus positif Covid 19 di DIY menjadi 114 kasus," katanya Sabtu (2/5/2020) sore.

Berty menambahkan dari penambahan 10 itu terdiri atas warga Gunungkidul lima orang, Bantul tiga orang dan Kulonprogo dua orang.

Adapun urutan penambahan pasien positif berdasarkan catatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY antara lain Kasus 107, perempuan, 67 tahun, warga Gunungkidul, Kasus 108, perempuan, 48 tahun warga Gunungkidul, Kasus 109 : laki laki, 44 tahun warga Gunungkidul.

Kemudian Kasus 110, perempuan, 39 tahun warga Bantul, Kasus 111 laki laki, 42 tahun warga Kulonprogo, Kasus 112 laki laki, 23 tahun warga Kulonprogo dan Kasus 113 laki laki, 33 tahun warga Gunungkidul. Tiga kasus tambahan lainnya adalah Kasus 114, perempuan, 23 tahun warga Gunungkidul,Kasus 115 laki laki, 51 tahun warga Bantul dan Kasus 116, perempuan, 27 tahun warga Bantul.

"Rata-rata pasien kondisinya baik. Penambahan 10 kasus ini berasal dari Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo," katanya.

Ia mengatakan dari jumlah itu ada empat pasien yang teridentifikasi masuk dalam klaster Jemaah Tabligh Jakarta. Keempatnya adalah Kasus 107, Kasus 108, Kasus 113 dan Kasus 114. Sedangkan klaster Jemaah Tabligh Gowa atau dikenal dengan Ijtima Gowa hanya satu yaitu pasien Kasus 111. Selain itu ada satu pasien yang masuk dalam klaster Pesantren Temboro, Magetan terdata sebagai Kasus 112.

"Hasil kontak tracing dari masing Dinkes, ada Klaster Jemaah Tabligh Jakarta empat kasus, tabglih Gowa ada satu kasus dan Pesantren Temboro satu kasus," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya ada tiga kasus yang dinyatakan positif setelah pasien tersebut terdeteksi usai melakukan perjalanan dari luar DIY. Antara lain Kasus 109 perjalanan dari Klaten, Kasus 115 dari Semarang dan Kasus 116 perjalanan dari Jakarta. "Kemudian ada satu kasus yang saat ini masih diidentifikasi riwayatnya oleh Dinkes Bantul, yaitu Kasus 110," katanya.

Terkait adanya peningkatan signifikan sebanyak 19 kasus selama dua hari terakhir ini Berty memastikan kondisi ruang isolasi di RS rujukan di DIY masih mencukupi. Menurutnya ruang isolasi critical atau yang dilengkapi dengan ventilator didedikasikan untuk pasien Covid-19 ada 19 ruangan dan non critical sebanyak 250 ruangan. Pemerintah juga sedang menyiapkan penambahan ruangan melalui pembangunan tambahan di RSA UGM.

"Tetapi kami berharap tentunya tidak akan sampai melonjak melebihi kapasitas yang telah disiapkan. Untuk ruang isolasi Critical artinya untuk perawatan intensif, misal menggunakan ventilator," ujarnya.

Penyebab peningkatan kasus itu karena hasil dari percepatan pemeriksaan laboratorium terutama beberapa klaster besar. "Salah satunya begitu [karena hasilnya bersamaan], mengingat dari hasil tersebut empat kasus adalah tracing kontak di Gunungkidul," ucapnya.

Hingga Sabtu (2/4) jumlah tempat tidur dari semua RS rujukan yang telah dipakai untuk perawatan sebanyak 145 tempat tidur. Dari jumlah itu digunakan untuk pasien positif yang belum sembuh, serta PDP yang masih menunggu hasil laboratorium dan PDP yang sudah dinyatakan negatif tetapi belum dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

"Ada PDP negatif yang belum dipindahkan ke ruang perawatan biasa karena kondisi atau perlu proses persiapan," ujarnya.

DIY juga menambah jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dengan jumlah empat orang. Sehingga pasien positif yang dinyatakan sembuh berjumlah 48 kasus. Tiga pasien di antaranya dirawat di RSUD Wonosari termasuk seorang lansia dan diperbolehkan pulang. Identitas pasien sembuh adalah Kasus 42, laki laki, 46 tahun warga Sleman. Kasus 58, perempuan, 74 tahun warga Gunungkidul, Kasus 72, laki laki, 50 tahun warga Gunungkidul dan Kasus 73, perempuan, 73 tahun warga Gunungkidul.

"Yang sembuh ini pada umumnya telah pulih secara fisik, tanpa keluhan, tetapi masih harus menunggu hasil laboratorium. Tetapi sekarang mendapatkan hasil negatif dua kali secara berturut turut," katanya.