Daftar Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Cek Gaji dan Tunjangannya
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Sekitar 100 warga dan perwakilan penambang pasir di Dusun Babakan, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul Senin (4/5/2020) pagi melakukan aksi demonstrasi. /Ist-Dok warga
Harianjogja.com, BANTUL - Sekitar 100 warga dan perwakilan penambang pasir di Dusun Babakan, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul Senin (4/5/2020) pagi melakukan aksi demonstrasi.
Mereka resah dengan keberadaan delapan alat mesin penyedot pasir yang dioperasionalkan oleh salah satu perusahaan tambang di Banaran, Galur, Kulonprogo.
Sebab, meski lokasi mesin penambangan berada di Kulonprogo, namun dalam praktiknya, mereka menyedot pasir yang ada di Bantul.
“Dan ini bukan kejadian pertama. Dulu sempat masuk dan kami bikin aduan. Setelah itu mereka menarik mesinnya. Tapi kini kejadian yang sama kembali terulang,” kata Kepala Dusun Babakan, Poncosari, Srandakan, Bantul Agus Danmo.
Agus mengungkapkan, agar kejadian tidak berulang, maka sejumlah perwakilan penambang di wilayahnya kemudian menggelar aksi dan meminta kepada perusahaan tambang tersebut menghentikan operasionalnya. Setidaknya delapan mesin penyedot dari perusahaan tersebut sejauh ini telah beroperasi dan menyedot pasir di wilayah Bantul.
“Berdasarkan kesepakatan yang terjadi tadi, dari pihak sana mau menarik semua alatnya. Di samping itu mereka juga sepakat tidak menyedot dan beroperasional di wilayah Bantul,” lanjut Agus.
Terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengatakan, sejauh ini kepolisian masih mempelajari apakah ada tindakan pelanggaran yang terjadi. Sebab, sejauh ini apakah perusahaan penambang pasir tersebut memiliki izin penambangan.
“Apakah perusahaan tersebut ada izin penambangan, ini kan juga harus kami cari tahu. Kami pastikan dulu legalitas perusahaan tersebut. Jika memang ada keluhan dari warga Bantul, karena mereka menyedot pasir di sisi wilayah Bantul, maka nanti biarkan penyidik yang mendalaminya. Apakah ada pelanggaran pidana atau tidak,” kata mantan Kapolres Sleman ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Kongres XI WUJA 2026 di Jogja diikuti lebih dari 1.000 alumni Jesuit dari berbagai negara. Sultan HB X mengajak memperkuat persaudaraan dan kepemimpinan berbasi
Kemantren Umbulharjo memperluas gerakan pilah sampah dari rumah. Pemkot Jogja menargetkan pengurangan sampah organik melalui Mas JOS.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Geely Coolray resmi meluncur di GIIAS 2026. SUV turbo 174 PS ini dibanderol mulai Rp333 juta dan siap bersaing dengan Honda HR-V hingga Hyundai Creta.
Prabowo Subianto meminta jenderal TNI tidak menjadi "jenderal salon" dan menginstruksikan TNI, Polri, serta kepala daerah rutin memantau kebersihan lingkungan.