Advertisement
Pasir Disedot dari Seberang, Warga Poncosari Demo
Sekitar 100 warga dan perwakilan penambang pasir di Dusun Babakan, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul Senin (4/5/2020) pagi melakukan aksi demonstrasi. - Ist/Dok warga
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL - Sekitar 100 warga dan perwakilan penambang pasir di Dusun Babakan, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul Senin (4/5/2020) pagi melakukan aksi demonstrasi.
Mereka resah dengan keberadaan delapan alat mesin penyedot pasir yang dioperasionalkan oleh salah satu perusahaan tambang di Banaran, Galur, Kulonprogo.
Advertisement
Sebab, meski lokasi mesin penambangan berada di Kulonprogo, namun dalam praktiknya, mereka menyedot pasir yang ada di Bantul.
“Dan ini bukan kejadian pertama. Dulu sempat masuk dan kami bikin aduan. Setelah itu mereka menarik mesinnya. Tapi kini kejadian yang sama kembali terulang,” kata Kepala Dusun Babakan, Poncosari, Srandakan, Bantul Agus Danmo.
Agus mengungkapkan, agar kejadian tidak berulang, maka sejumlah perwakilan penambang di wilayahnya kemudian menggelar aksi dan meminta kepada perusahaan tambang tersebut menghentikan operasionalnya. Setidaknya delapan mesin penyedot dari perusahaan tersebut sejauh ini telah beroperasi dan menyedot pasir di wilayah Bantul.
“Berdasarkan kesepakatan yang terjadi tadi, dari pihak sana mau menarik semua alatnya. Di samping itu mereka juga sepakat tidak menyedot dan beroperasional di wilayah Bantul,” lanjut Agus.
Terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengatakan, sejauh ini kepolisian masih mempelajari apakah ada tindakan pelanggaran yang terjadi. Sebab, sejauh ini apakah perusahaan penambang pasir tersebut memiliki izin penambangan.
“Apakah perusahaan tersebut ada izin penambangan, ini kan juga harus kami cari tahu. Kami pastikan dulu legalitas perusahaan tersebut. Jika memang ada keluhan dari warga Bantul, karena mereka menyedot pasir di sisi wilayah Bantul, maka nanti biarkan penyidik yang mendalaminya. Apakah ada pelanggaran pidana atau tidak,” kata mantan Kapolres Sleman ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Landasan Bandara Berlin Tertutup Es, 100 Penerbangan Dibatalkan
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- UNISA Jogja Respons Dugaan Kekerasan Mahasiswa, Fokus pada Korban
- Misterius, Kerangka Manusia Ditemukan di Rumah Kosong Gamping Sleman
- Derbi Mataram PSIM Jogja vs Persis Solo Dijaga Ketat Ratusan Personel
- Dinkes Jogja Tegaskan Nihil Kasus Virus Nipah, Warga Diminta Waspada
- Sentra Genteng Sambirejo Gunungkidul Sambut Program Gentengisasi
Advertisement
Advertisement



