McLaren Tegaskan Tak Takut Kehilangan Piastri dan Norris
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Sekitar 100 warga dan perwakilan penambang pasir di Dusun Babakan, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul Senin (4/5/2020) pagi melakukan aksi demonstrasi. /Ist-Dok warga
Harianjogja.com, BANTUL - Sekitar 100 warga dan perwakilan penambang pasir di Dusun Babakan, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul Senin (4/5/2020) pagi melakukan aksi demonstrasi.
Mereka resah dengan keberadaan delapan alat mesin penyedot pasir yang dioperasionalkan oleh salah satu perusahaan tambang di Banaran, Galur, Kulonprogo.
Sebab, meski lokasi mesin penambangan berada di Kulonprogo, namun dalam praktiknya, mereka menyedot pasir yang ada di Bantul.
“Dan ini bukan kejadian pertama. Dulu sempat masuk dan kami bikin aduan. Setelah itu mereka menarik mesinnya. Tapi kini kejadian yang sama kembali terulang,” kata Kepala Dusun Babakan, Poncosari, Srandakan, Bantul Agus Danmo.
Agus mengungkapkan, agar kejadian tidak berulang, maka sejumlah perwakilan penambang di wilayahnya kemudian menggelar aksi dan meminta kepada perusahaan tambang tersebut menghentikan operasionalnya. Setidaknya delapan mesin penyedot dari perusahaan tersebut sejauh ini telah beroperasi dan menyedot pasir di wilayah Bantul.
“Berdasarkan kesepakatan yang terjadi tadi, dari pihak sana mau menarik semua alatnya. Di samping itu mereka juga sepakat tidak menyedot dan beroperasional di wilayah Bantul,” lanjut Agus.
Terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengatakan, sejauh ini kepolisian masih mempelajari apakah ada tindakan pelanggaran yang terjadi. Sebab, sejauh ini apakah perusahaan penambang pasir tersebut memiliki izin penambangan.
“Apakah perusahaan tersebut ada izin penambangan, ini kan juga harus kami cari tahu. Kami pastikan dulu legalitas perusahaan tersebut. Jika memang ada keluhan dari warga Bantul, karena mereka menyedot pasir di sisi wilayah Bantul, maka nanti biarkan penyidik yang mendalaminya. Apakah ada pelanggaran pidana atau tidak,” kata mantan Kapolres Sleman ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.
Simak cara menyalakan genset saat listrik padam dengan aman agar terhindar dari korsleting dan kerusakan mesin.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.