Sudah Ratusan Pekerja Migran Pulang ke DIY

Foto ilustrasi. - Antara
08 Mei 2020 09:47 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah pasti Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sudah pulang ke DIY masih terus didata. Mereka yang pulang ke rumah diingatkan untuk mengikuti protokol penanganan Covid-19.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Jogja Sri Purwanti mengatakan instansinya masih terus melakukan pencocokan data PMI yang sudah kembali ke DIY.

Pencocokan data dilakukan bersama Satgas Covid DIY untuk mengetahui kondisi pasti PMI yang masuk DIY. Koordinasi aktif dilakukan BP3TKI dengan Gugus Tugas Covid-19 karena BP3TKI tidak masuk dalam Tim Satgas Covid-19 DIY.

Menurutnya, rata-rata PMI yang kembali merupakan anak buah kapal (ABK) yang berpusat di AS. Hanya saja informasi PMI yang pulang terkadang tidak disertai dengan alamat detail PMI. Termasuk yang turun di NYIA, Kulonprogo. Ada kemungkinan, lanjut dia, PMI yang turun di NYIA juga bukan warga DIY.

"Kami masih dalam proses pencocokan data PMI yang sudah kembali ke DIY. Data kami menunjukkan ada sekitar 200 lebih yang sudah kembali. Sementara yang masih ada di luar negeri atau belum kembali jumlahnya kami belum memiliki datanya," kata Sri kepada Harianjogja.com, Kamis (7/5/2020).

Selain ABK, terang Sri, ada beberapa PMI yang datang dari beberapa negara seperti Malaysia. Hanya saja, katanya, jumlahnya tidak banyak. "Untuk PMI di Malaysia karena rata-rata pekerja formal mereka dirumahkan tetapi tidak atau belum dipulangkan. Sampai saat ini mereka masih bergaji walaupun hanya basic saja," katanya.

BP3TKI DIY, lanjut Sri, terus memonitor keberadaan ribuan PMI yang berada di luar negeri. "Kami terus memonitor mereka yang masih di luar negeri terutama Malaysia. Kami terus berkoordinasi dengan P3MI yang memberangkatkan," katanya.

Pencocokan data PMI dengan Satgas Covid-19 DIY juga dilakukan untuk mengetahui kondisi pasti PMI yang kembali. Apakah termasuk dari salah satu pasien positif Covid-19 atau tidak. Pendataan juga dilakukan untuk mengetahui status PMI tersebut, apakah sudah purna tugas atau masih terikat kontrak dengan perusahaannya.

"Khusus pendemi Covid-19, kami tidak memiliki program khusus bagi PMI yang kembali ke DIY. Program kami hanya bagi PMI yang sudah purna yang punya usaha dan terdampak Covid-19," jelasnya.

Jika data PMI yang kembali ke DIY sudah valid dan final, BP3TKI akan mengupayakan pemberian bantuan bagi PMI yang benar-benar terdampak Covid-19. BP3TKI sampai saat ini masih menyelesaikan pendataan. "Kami data dulu dan akan diajukan untuk mendapatkan bantuan. Sampai saat ini masih dalam tahap pendataan," katanya.

Kepala BP3TKI DIY Suparjo mengakui jika sejumlah PMI asal DIY sudah ada yang kembali ke tanah asal. Sebagian besar dari mereka adalah anak buah kapal (ABK) yang bekerja di luar negeri. Namun Suparjo belum bisa menjelaskan secara detail ABK tersebut apakah berasal dari satu perusahan, satu negara atau beda. Alasannya, petugas BP3TKI masih terus melakukan pendataan.

Meskipun begitu, dia menerangkan jika seluruh PMI yang tiba di DIY diingatkan untuk tetap mengikuti protokol penanganan Covid-19 yang sudah digariskan oleh pemerintah. Saat tiba di DIY, mereka juga diimbau untuk mengikuti protokol kesehatan dengan mengisolasi diri (karantina mandiri) selama 14 walaupun tidak bergejala.

"Kami sudah mengimbau agar semua PMI untuk semua bisa mengikuti protokol kesehatan," katanya.