Perkosa Pacar di Bawah Umur, Pemuda Wonogiri Ancam Sebar Video
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Seorang pemudik dari Bekasi terpaksa menjalani karantina di kios pantai Glagah pada Jumat (8/5/2020). Sudah tiga hari Peasetio (berkaos putih) menjalani karantina di pesisir pantai Glagah./Harian Jogja-Hafit Yudho Suprobo
Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kulonprogo terus memanfaatkan berbagai gedung dan ruangan sebagai tempat karantina mandiri. Seperti di Pantai Glagah.
Sebanyak dua orang warga Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, menjalani isolasi mandiri di pesisir pantai Glagah. Keduanya menempati bangunan kios di pesisir pantai. "Lokasi karantina dipilih karena jauh dari pemukiman," jelas Salah satu Tim Relawan Covid-19 Glagah, Nur Hasanah.
Puluhan kios di tepi pantai Glagah rencananya adalah tempat relokasi pedagang di sekitar pantai. Nur menjelaskan kbangunan tersebut masih baru sehingga bangunannya kondisinya baik dan ukurannya yang luas. "Sementara itu fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) juga sudah tersedia untuk bagi penghuni bangunan isolasi mandi," jelasnya. Sementara itu kebutuhan lainnya seperti makan dan listrik juga telah disediakan pemerintah desa.
Sebelumnya pihak Puskesmas Temon telah memeriksa dua warga tersebut. Dari pengecekan tersebut ditemukan diketahui kedua warganya dan dinyatakan dalam keadaan sehat. "Kedua warga yang diisolasi pun hingga kini tidak menyampaikan keluhan apapun," jelasnya Nur.
Nur menambahkan setidaknya ada sebanyak 30 kios yang yang disiapkan jika ada lonjakan pemudik. Namun sampai saat ini Nur belum mendapat informasi terkait kedatangan pemudik tambahan ke Kalurahan Glagah. Meski begitu pihaknya tetap menyediakan tempat untuk karantina bagi pemudik yang datang. "Ya semoga cuma dua ini saja lah pemudik yang datang," ucapnya.
Salah satu penghuni bangunan berukuran 2x6 meter tersebut adalah pemudik dari Bekasi, Prasetio. Lelaki berusia 23 tahun itu menghuni bangunan itu sejak Rabu [6/5/2020]. Sebelum kepulangannya ia mengaku telah berkoordinasi dengan keluarganya. Prasetio mengaku tidak memiliki niatan untuk mudik. Namun perusahaan tempat ia bekerja mempercepat massa kontrak Prasetio. Akhirnya Prasetio memutuskan untuk pulang.
Setidaknya sepuluh posko pemudik dilewati oleh Prasetio. Ia yang mudik ke Glagah menggunakan sepeda motor, mau tak mau melewati berbagai penjagaan tersebut. "Sempat di salah satu posko daya diminta untuk putar balik, untungnya saya sudah l mengantongi surat keterangan sehat, surat habis kontrak dan berbagai surat lainnya hingga akhirnya saya diperbolehkan melanjutkan perjalanan," jelasnya.
Tidak ada keluhan yang dituturkan Prasetio semenjak tiga hari tinggal di kios karantina mandiri. Sehari-hari aktivitas Prasetio dengan main video gim lewat ponsel miliknya. Sisanya aktivitas keseharian biasa seperti mandi, makan, hingga mencuci mencuci baju. "Rasanya seperti pindah indekos, sama-sama banyak menganggurnya," kelakar Prasetio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Prancis resmi melegalkan assisted dying bagi pasien dewasa dengan penyakit terminal setelah mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi. Simak syarat dan aturannya
Penghasilan dari usaha kos tetap dikenai pajak, tetapi tidak masuk skema PPh final 10 persen seperti rumah kontrakan. Simak aturan, tarif, dan batas omzet terba
Ibu hamil keluar malam pada dasarnya tidak dilarang, tapi ada 10 risiko yang perlu diwaspadai: kelelahan, gangguan tidur, hingga dehidrasi. Simak panduan amanny
Zulhas memastikan bangunan Kopdes Merah Putih yang tidak sesuai lokasi akan ditertibkan sebelum beroperasi pada September 2026.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026. Bangladesh, Yordania, Suriah, Kirgistan, Lebanon, hingga Sri Lanka disebut sebagai kandidat pengganti di Grup A ber