RSPAU Hardjolukito Butuh Tenaga Medis Rawat Pasien Covid-19, Belum Ada Daerah yang Siap Bantu

Foto ilustrasi. - Reuters
13 Mei 2020 17:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY menyatakan belum ada kabupaten yang menyatakan kesanggupan membantu melakukan penambahan tenaga medis guna diperbantukan di RSPAU Hardjolukito.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan kabupaten akan menghitung kembali terkait jumlah tenaga medis dan paramedis yang bertugas di fasilitas layanan kesehatan daerah. Untuk melihat apakah masih memungkinkan dadi jumlah tersebut diperbantukan di RSPAU Hardjolukito. Bantul di antaranya yang menyatakan belum sanggup karena tenaga medis dan paramedis di wilayah tersebut sebenarnya juga kurang.

"Tadi yang sudah pasti menyampaikan kayaknya sudah kurang [tenaga medis dan paramedis] itu Bantul. Pak Bupati ngendikan karena di Bantul buka rumah sakit lapangan sendiri, sehingga tenaga kesehatannya tersedot ke sana," katanya di Kompleks Kepatihan, Rabu (13/5/2020).

Oleh karena itu Aji menegaskan hingga Rabu (13/5/2020) belum ada kesanggupan dari kabupaten terkait kesediaan menambah tenaga medis dan paramedis untuk diperbantukan di RSPAU Hardjilukito agar bisa beroperasi tiga lantai khusus untuk menangani pasien Covid-19.

"Untuk penggunaan bed sampai saat ini penggunaannya ruang isolasi sudah mencapai 70 persen yang terpakai," katanya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan jika penambahan tenaga medis itu, Sleman sebenarnya sedang mengajukan CPNS untuk tenaga medis dan paramedis, sehingga ke depan memungkinkan untuk diperbantukan. Tetapi ia optimistis ruang isolasi di Sleman masih mencukupi.

"Mudah-mudahan [cukup] dengan melihat rapid test 460 orang yang reaktif 20 orang, semoga mencukupi," ujarnya di Kepatihan.