BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Foto ilustrasi sel virus SARS-CoV-2 dan sel darah merah. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan Bantul akan menyiapkan shelter atau rumah penampungan sementara bagi pasien terkait Coronavirus Disease atau Covid-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Pasalnya masih banyak OTG yang tidak patuh jika harus menjalani isolasi mandiri di rumah.
Merujuk Permenkes OTG merupakan seseorang yang memiliki riwayat kontak erat, baik kontak fisik, berada dalam ruangan atau berkunjung dengan radius 1 meter, dengan kasus konfirmasi Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo mengatakan intansinya tengah mengkaji kemungkinan menambah rumah sakit rujukan Covid-19 mengingat tren kasus positif terinfeksi Covid-19 di Bantul masih meningkat. Selain rumah sakit rujukan Covid-19, pihaknya juga memikirkan untuk menyiapkan shelter sebagai alternatif untuk menampung OTG atau orang yang berkontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif.
Terutama orang dengan hasil rapid test reaktif. “Harus disiapkan ditempatkan dimana. Kalau dipulangkan ternyata isolasi mandiri tak berjalan maksimal, karena masih ada yang ikut ronda ikut kerumunan. Kami harus menyiapkannya,” kata Agus, Kamis (14/5/2020).
Agus belum bisa menyebutkan shelter yang akan digunakan tersebut karena masih dibicarakan dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul, namun selter itu diakuinya akan menempati salah satu gedung di Bantul yang difungsikan menampung OTG agar dapat memudahkan pemantauannya ketika Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul tidak mampu lagi menampungnya.
Menurut Agus peningkatan OTG memungkinkan seiring dengan upaya penelusuran warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif gencar dilakukan terutama pada sebaran klaster –klaster besar penyebaran Covid-19. Hasil penelusuran tersebut langsung dilakukan rapid test sebagai deteksi dini dari paparan virus SARS CoV penyebab penyakit Covid-19.
Ketika ada yang reaktif hasil rapid tests akan langsung diisolasi, “Road map kami jelas sebisa mungkin isolasinya kami siapakn. Kalau ada di rumah ada beberapa resiko,” ucap dia. Agus juga mengkonfirmasi terkait pesan berantai nama pasien yang reaktif hasil rapid test berkeliaran di kampung dan membuat resah masyarakat.
Ia menegaskan Dinas Kesehatan, rumah sakit, maupun puskesmas tidak pernah mengeluarkan data pasien untuk penyakit apapun termasuk Covid-19. Pihakny juga tidak pernah mengelurkan istilah zona merah Covid karena tidak ada dalam panduan Kementerian Kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Malaysia membatasi akun media sosial anak di bawah 16 tahun dan menyiapkan denda hingga Rp44,97 miliar bagi platform yang melanggar aturan.
Harga emas Pegadaian 21 Oktober 2026: Antam 1 gram Rp2.603.000, UBS Rp2.534.000, dan Galeri 24 Rp2.510.000. Cek harga buyback.
Realisasi KPR subsidi FLPP mencapai 184.342 unit hingga 19 Oktober 2026. BP Tapera mempercepat pembiayaan demi mengejar target 350.000 unit.
IHSG menguat 5,65% ke 5.278,89. Simak proyeksi BI Rate, level support-resistance, serta rekomendasi saham ANTM, ACES, BBNI, dan BUVA.
Kemenko PMK membahas solusi operasional KKMP di Kota Jogja yang terkendala lahan. Sebagian besar dari 45 koperasi telah beroperasi.