Siswa SLB Negeri Pembina Jogja Bagi-bagi Takjil kepada Warga
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Foto ilustrasi sel virus SARS-CoV-2 dan sel darah merah. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan Bantul akan menyiapkan shelter atau rumah penampungan sementara bagi pasien terkait Coronavirus Disease atau Covid-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Pasalnya masih banyak OTG yang tidak patuh jika harus menjalani isolasi mandiri di rumah.
Merujuk Permenkes OTG merupakan seseorang yang memiliki riwayat kontak erat, baik kontak fisik, berada dalam ruangan atau berkunjung dengan radius 1 meter, dengan kasus konfirmasi Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo mengatakan intansinya tengah mengkaji kemungkinan menambah rumah sakit rujukan Covid-19 mengingat tren kasus positif terinfeksi Covid-19 di Bantul masih meningkat. Selain rumah sakit rujukan Covid-19, pihaknya juga memikirkan untuk menyiapkan shelter sebagai alternatif untuk menampung OTG atau orang yang berkontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif.
Terutama orang dengan hasil rapid test reaktif. “Harus disiapkan ditempatkan dimana. Kalau dipulangkan ternyata isolasi mandiri tak berjalan maksimal, karena masih ada yang ikut ronda ikut kerumunan. Kami harus menyiapkannya,” kata Agus, Kamis (14/5/2020).
Agus belum bisa menyebutkan shelter yang akan digunakan tersebut karena masih dibicarakan dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul, namun selter itu diakuinya akan menempati salah satu gedung di Bantul yang difungsikan menampung OTG agar dapat memudahkan pemantauannya ketika Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul tidak mampu lagi menampungnya.
Menurut Agus peningkatan OTG memungkinkan seiring dengan upaya penelusuran warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif gencar dilakukan terutama pada sebaran klaster –klaster besar penyebaran Covid-19. Hasil penelusuran tersebut langsung dilakukan rapid test sebagai deteksi dini dari paparan virus SARS CoV penyebab penyakit Covid-19.
Ketika ada yang reaktif hasil rapid tests akan langsung diisolasi, “Road map kami jelas sebisa mungkin isolasinya kami siapakn. Kalau ada di rumah ada beberapa resiko,” ucap dia. Agus juga mengkonfirmasi terkait pesan berantai nama pasien yang reaktif hasil rapid test berkeliaran di kampung dan membuat resah masyarakat.
Ia menegaskan Dinas Kesehatan, rumah sakit, maupun puskesmas tidak pernah mengeluarkan data pasien untuk penyakit apapun termasuk Covid-19. Pihakny juga tidak pernah mengelurkan istilah zona merah Covid karena tidak ada dalam panduan Kementerian Kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Pameran FSMR ISI Jogja di Galeri Pandeng tampilkan karya seni media rekam tentang realitas sosial dan dampak AI terhadap manusia.
Kasus Minyakita bau minyak tanah di Wonogiri diselidiki polisi. Berikut kronologi lengkap, mulai keluhan warga hingga uji sampel BPOM Solo.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 23 Juni 2026 dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.
Bangkok United resmi melepas Pratama Arhan usai kontrak berakhir. Bek Timnas Indonesia itu catat 15 laga di musim terakhirnya.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 23 Juni 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.