Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Panen ikan nila. /Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN- Turunnya daya beli masyarakat dan banyaknya warung makan yang tutup akibat pandemi Covid-19, berdampak pada ikan segar. Untuk membantu pemasaran ikan segar, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman melakukan penjualan dengan melibatkan jejaring sosial.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Heru Saptono mengatakan kelompok usaha budidaya ikan mengalami kesulitan terutama terkait distribusi dan pemasaran. Kondisi tersebut berdampak pada adanya terjadi penumpukan produksi.
"Padahal pembudidaya harus tetap mengeluarkan biaya produksi untuk pakan setiap harinya. Ukuran ikan yang semakin besar juga menjadi masalah tersendiri, semakin padat ikan dengan bertambahnya bobot ikan akan beresiko terhadap kualitas air dan kesehatan ikan di kolam," katanya, Rabu (13/5/2020).
Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas melakukan terobosan pasar untuk mengatasi masalah pemasaran tersebut. Caranya dengan membantu penjualan ikan melalui group-group media sosial di lingkungan Pemkab Sleman. Dinas juga ikut mempromosikan penjualan ikan segar langsung dari pembudidaya dengan harga jual di bawah harga pasar.
"Ternyata respon konsumen cukup bagus dan sudah berhasil melakukan beberapa kali penjualan ikan di instansi-instansi dengan rata- rata penjualan mencapai 200 kg per minggu," katanya.
Selain untuk menyerap produksi ikan, katanya, kegiatan tersebut sebagai promosi Gerakan Makan Ikan, di mana ikan memiliki nilai gizi yang baik untuk membantu menunjang kesehatan tubuh di tengah pandemi Covid-19.
"Ini senada dengan apa yang pernah disampaikan oleh Presiden Jokowi, makan ikan dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh untuk melawan covid-19," katanya.
Kabid Perikanan Distan Sleman Sri Purwaningsih berharap promosi tersebut bisa sering dilakukan sehingga penjualan ikan segar dari pembudidaya bisa terus meningkat. Selain menguntungkan para pembudidaya ikan, hal itu juga memudahkan konsumen dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
"Apalagi untuk mendapatkan ikan segar warga tak harus berbelanja ke pasar atau swalayan. Di tengah pendemi seperti saat ini kita harus mengikuti anjuran dan arahan pemerintah untuk tetap berada di rumah saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.