Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Panen ikan nila. /Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN- Turunnya daya beli masyarakat dan banyaknya warung makan yang tutup akibat pandemi Covid-19, berdampak pada ikan segar. Untuk membantu pemasaran ikan segar, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman melakukan penjualan dengan melibatkan jejaring sosial.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Heru Saptono mengatakan kelompok usaha budidaya ikan mengalami kesulitan terutama terkait distribusi dan pemasaran. Kondisi tersebut berdampak pada adanya terjadi penumpukan produksi.
"Padahal pembudidaya harus tetap mengeluarkan biaya produksi untuk pakan setiap harinya. Ukuran ikan yang semakin besar juga menjadi masalah tersendiri, semakin padat ikan dengan bertambahnya bobot ikan akan beresiko terhadap kualitas air dan kesehatan ikan di kolam," katanya, Rabu (13/5/2020).
Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas melakukan terobosan pasar untuk mengatasi masalah pemasaran tersebut. Caranya dengan membantu penjualan ikan melalui group-group media sosial di lingkungan Pemkab Sleman. Dinas juga ikut mempromosikan penjualan ikan segar langsung dari pembudidaya dengan harga jual di bawah harga pasar.
"Ternyata respon konsumen cukup bagus dan sudah berhasil melakukan beberapa kali penjualan ikan di instansi-instansi dengan rata- rata penjualan mencapai 200 kg per minggu," katanya.
Selain untuk menyerap produksi ikan, katanya, kegiatan tersebut sebagai promosi Gerakan Makan Ikan, di mana ikan memiliki nilai gizi yang baik untuk membantu menunjang kesehatan tubuh di tengah pandemi Covid-19.
"Ini senada dengan apa yang pernah disampaikan oleh Presiden Jokowi, makan ikan dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh untuk melawan covid-19," katanya.
Kabid Perikanan Distan Sleman Sri Purwaningsih berharap promosi tersebut bisa sering dilakukan sehingga penjualan ikan segar dari pembudidaya bisa terus meningkat. Selain menguntungkan para pembudidaya ikan, hal itu juga memudahkan konsumen dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
"Apalagi untuk mendapatkan ikan segar warga tak harus berbelanja ke pasar atau swalayan. Di tengah pendemi seperti saat ini kita harus mengikuti anjuran dan arahan pemerintah untuk tetap berada di rumah saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.