Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Seorang warga Wates membeli empon-empon yang dipercaya dapat menangkal virus Corona di Pasar Wates, Kamis (12/3/2020). /Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, KULONPROGO- Di beberapa daerah, pasar menjadi salah satu lokasi penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang rentan karena interaksi dan kerumunannya dengan intensitas tinggi. Beberapa waktu lalu, salah satu pasar di Salatiga perketat physical distancing dengan membuat petak-petak lapak dengan jarak aman. Namun langkah tersebut belum diterapkan di Kulonprogo.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Dinkes, Sri Budi Utami mengatakan telah menyampaikan usulan pembuatan petak lapak sesuai kaidah physical distancing seperti di Salatiga kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kulonprogo. "Sekarang baru proses penataan," jelas Budi pada Selasa (12/5/2020) malam.
Menurut Budi penyebaran Covid-19 dipengaruhi banyak faktor. "Salah satu faktor penyebaran Covid-19," jelasnya.
Seperti telah diketahui sebelumnya, menjaga jarak penting untuk mencegah virus yang terbawa droplet tidak mengenai tubuh kita. Dengan mengatur jarak lebih dari satu meter, maka kerentanan penyebaran dapat ditekan.
Budi menambahkan bila jarak lapak pedagang telah diatur, harapannya salah satu faktor dapat diminimalisir. Hal itu menjadi langkah mudah dan murah untuk mencegah penyebaran.
"Sementara untuk kita Kulonprogo juga belum berencana melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) massal di pasar-pasar tradisional, dengan pertimbangan belum atau tidak terjadi transmisi lokal penyebaran Covid-19," terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Iffah Mufidati mempertimbangkan kondisi lapangan yang ada, penataan lapak pedagang pasar perlu rancangan dan koordinasi yang terintegrasi.
Bila melihat kondisi di Salatiga, dikarenakan luasan yang sempit pasar pagi terpaksa memakan jalan yang berakibat pada penutupan jalan. Hal itu, menurutnya karena penataan pasar pagi membutuhkan skenario pengalihan arus lalu lintas sementara dan juga penataan parkir.
"Beberapa petugas juga harus standby setiap hari seperti petugas dari Polres Kulonprogo, Dishub Kulonprogo, Satpol PP dan pengelola pasar," ujarnya.
Iffah mengatakan saat ini pihaknya lebih mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi terus menerus kepada pedagang dan pengunjung. "Kami terus sosialisasikan bagaimana kepatuhan pedagang dan pengunjung dalam menjalankan protokol kesehatan di pasar," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.
Sejumlah parpol di Sukoharjo menyampaikan keprihatinan atas kasus Etik Suryani. Mereka berharap perkara ini menjadi pembelajaran dan evaluasi bersama.
Seorang pria berusia 55 tahun ditemukan meninggal di belakang rumahnya di Srandakan, Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.