Hasil Tes Keluar Belakangan, Perempuan Asal Gunungkidul Meninggal Dunia karena Virus Corona

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
16 Mei 2020 17:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Jumlah warga DIY yang meninggal dunia karena Covid-19 bertambah satu menjadi delapan orang.

Pada Sabtu (16/5/2020), Pemda DIY mengumumkan penambahan enam kasus positif Covid-19 di DIY sehingga totalnya menjadi 194 kasus.

Satu dari enam pasien yang dilaporkan terinfeksi virus Corona itu telah meninggal dunia. Pasien asal Gunungkidul itu meninggal dunia sebelum hasil tesnya keluar.

"Satu kasus positif asal Gunungkidul yakni perempuan usia 58 tahun masih dalam penelusuran terkait dengan klaster mana," jelas Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemda DIY Berty Murtiningsih, Sabtu.

Sebelumnya Berty menjelaskan perempuan asal Gunungkidul tadi masuk dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Namun orang yang bersangkutan meninggal pada Senin (11/5/2020) dengan riwayat penyakit jantung. Belakangan baru diketahui hasil uji laboratorium pasien tersebut menunjukkan positif Covid-19.

"Hasil ini menambah rentetan kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di DIY menjadi delapan kasus," jelasnya.

Adapun dari enam penambahan kasus positif pada Sabtu, klaster Indogrosir masih mendomonasi.

Berty menyebutkan tiga orang laki-laki dengan rentang usia beragam yakni usia 55 tahun, 28 tahun, dan 20 tahun asal Sleman dinyatakan positif Covid-19 berhubungan dengan klaster Indogrosir.

Sleman menjadi Kabupaten dengan perolehan kasus terbanyak. "Selain tiga laki-laki yang erat dengan klaster Indogrosir, satu pria lainnya asal Sleman juga dinyatakan positif yang berhubungan dengan klaster gereja," jelas Berty Murtiningsih pada Sabtu (16/5/2020).

Sementara itu penambahan dua kasus positif Covid-19 lainnya masing-masing asal Gunungkidul dan Bantul. Kasus pasien positif asal Bantul merupakan perempuan usia 23 tahun yang berhubungan dengan klaster Jemaah Tabligh.