Terimbas Corona, Pemulung di TPST Piyungan Kini Hanya Terima Pemasukan Rp100.000 Sepekan

Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/ Nur Uswatun Khasanah (M123)
18 Mei 2020 17:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Ratusan pemulung yang ada di TPST Piyungan, Bantul, mengalami penurunan pendapatan cukup drastis selama pandemi Covid-19.

"Jika sebelumnya, kami mampu meraih penghasilan Rp250.000 per pekan, saat ini kami hanya bisa mendapatkan Rp100.000 per pekan," kata Ketua Paguyuban Mardika ( Masyarakat Pemulung TPST Piyungan) Maryono, Senin (18/5/2020).

Penurunan pendapatan ini, lanjut dia, disebabkan oleh banyak faktor. Tidak hanya dihadapkan kepada sulitnya menjual barang, karena banyak pengepul memilih tutup, para pemulung dihadapkan kepada turunnya harga jenis barang yang dikumpulkan.

"Tidak hanya kertas, mainan dan plastik juga turun harganya. Ini membuat kami kesulitan mendapatkan pendapatan," lanjutnya.

Di sisi lain, adanya pandemi Covid-19, ungkap Maryono, juga berdampak kepada volume sampah yang ada. Banyaknya hotel dan perumahan yang menutup akses, membuat pasokan sampah di TPST Piyungan menurun.

"Biasa sampai 600 ton, sekarang 400 ton," katanya.

Oleh karena itu, 470 anggota Mardika kini hanya bisa pasrah dan berharap adanya bantuan dari pemerintah ataupun organisasi masyarakat untuk kelangsungan hidup mereka.

"Kami berharap ada donasi dari para donatur untuk meringankan beban kami," harap Maryono.