Pemancing Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
19 Mei 2020 05:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sulistiyanto,  23, warga Dusun Pringgolayan,  Desa Banguntapan,  Kecamatan Banguntapan,  Bantul,  ditemukan meninggal dunia di Sungai Blimbing, Dusun Blado Lor, Desa Potorono, kecamatan setempat,  Minggu (17/5/2020) malam.  Beberapa saat sebelum ditemukan meninggal dunia korban diketahui sedang memancing di sungai tersebut.

Sekitar lokasi penemuan jenazah korban juga ditemukan sepasang sandal jepit, joran,  umpan ikan,  dan ember kecil tempat ikan yang diduga kuat milik korban.  Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan jenazah korban itu kali pertama diketahui dari saksi Aprianto saat pulang memancing.

Saksi menemukan perangkat pancing dan sandal jepit di pinggir sungai,  namun tidak menemukan orangnya. Ia meyakini orangnya tercebur,  kemudian memberitahu warga sekitar terkait temuannya tersebut. tidak lama aparat dari Polsek Banguntapan, Polres Bantul, serta sejumlah tim Search And Rescue (SAR) juga tiba di lokasi setelah mendapat laporan warga.

Kapolsek Banguntapan, Kompol Suhadi mengatakan korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 21.45 WIB atau sekitar tiga jam setelah dinyatakan hilang. Berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah korban dari tim Inafis Polres Bantul dan dokter dari Puskesmas Banguntapan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dalam jasad korban.

Ia menduga korban meninggal dunia karena sakit, “Korban meninggal murni karena mengalami kecelakaan saat mengail. Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Diduga ketika tengah memancing penyakit yang ia derita kambuh,” kata Suhadi. Usai melakukan pemeriksaan.

Kepala Seksi Operasional Tim SAR DIY Distrik Bantul, Bondan supriyanto mengatakan ada lebih dari 30 personel yang datang ke lokasi yang terdiri dari SAR DIY Distrik Bantul, PMI, Polsek Banguntapan, dan BPBD Bantul.

Selama proses evakuasi jenazah korban berjalan dengan baik. Namun pihaknya menyayangkan banyak warga yang menonton proes evakuasi sehingga terjadi kerumunan orang. Padahal saat ini Bantul tengah dilanda penyebaran Coronavirus Disease atau Covid-19.

“Warga tidak bisa jaga jarak padahal kami sudah teriak-teriak agar menjauh dan mengenakan masker. Kami sangat menyayangkan warga berjubel tanpa masker,” ujar Bondan.