Petani Banyusoco Panen Raya Kedelai

Sejumlah petani memanen kedelai Dena-1 di Dusun Sri Koyo, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kamis (2/5/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
19 Mei 2020 05:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULKelompok Tani Rukun Tani di Dusun Kepek I, Banyusoco, Playen, Gunungkidul melakukan panen raya kedelai untuk masa tanam kedua. Adapun luas lahan yang dipanen mencapai 90 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, pihaknya ikut hadir dalam kegiatan panen raya kedelai di Dusun Kepek I. Menurut dia, panen ini patut diapresiasi karena luas lahan yang ditanam terus mengalami penyusutan. “Hasilnya baik karena setelah melalui ubinan panen bisa mencapai 1,4 hingga 2,1 ton per hektarenya,” kata Bambang kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Dia menjelaskan, kedelai yang ditanam berada di kawasan Bagian Daerah Hutan (BDH) Petak 92. Total luasan yang ditanam mencapai 90 hektare. Adapun proses penanaman, pemerintah ikut membantu benih untuk penanaman seluas 60 ha. Sedangkan sisanya 30 ha merupakan hasil swadaya dari masyarakat.

Disinggung mengenai harga jual, Bambang mengakui harganya masih baik. Hal ini dikarenakan harga jual di kisaran Rp8.000 per kilonya. “Dari panen ini petani bisa mendapatkan penghasilan maksimal Rp1,5 miliar,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan dia, pemkab terus melakukan upaya agar minat petani menanam kedelai bisa meningkat. Guna mendorong minat tersebut, dinas pertanian dan pangan rutin memberikan bantuan berupa benih untuk penanaman. “Ya untuk pangsa pasar tidak ada masalah karena kedelai bisa digunakan untuk bahan baku pembuatan tahu,” katanya.