Dua Atlet Menembak Gunungkidul Bidik Tiket Olimpiade 2028
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Jumlah kasus positif Corona di Gunungkidul bertambah dua kasus. Namun di sisi lain juga ada penambahan dua pasien yang dinyatakan sembuh.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, dua tambahan kasus positif ini berasa dari Kecamatan Nglipar dan Patuk. Tambahan kasus ini maka jumlah total mencapai 34 kasus positif.
Menurut dia, dua tambahan kasus ini bukan berasal dari rapid test massal yang saat ini masih berlangsung. Dewi mengungkapkan, satu kasus yang berasal dari Kecamatan Nglipar merupakan pendatang dari luar daerah, sedangkan kasus di Kecamatan Patuk merupakan tenaga medis di Kota Jogja.
Meski ada tambahan kasus, namun di saat bersamaan juga ada penambahan pasien sembuh sehingga total ada 25 orang. Pasien yang dinyatakan sehat berasal dari Kecamatan Semanu. “Jadi yang dirawat tetap ada delapan pasien karena positif Corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Formula UMP 2027 belum berubah. Kemnaker menyebut PP 51/2023 masih menjadi acuan karena UU Ketenagakerjaan punya masa peralihan.
Prabowo memuji kinerja Satgas PKH yang telah menyetorkan Rp52 triliun ke negara selama dua tahun pemerintahan.
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.
Polisi menembak mati AF, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Tulang Bawang setelah menyerang petugas dengan senjata tajam.
Satgas PKH menyerahkan Rp13,2 triliun hasil penindakan tahap ke-8 ke Kemenkeu. Penyerahan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.