Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Ilustrasi pengemis jalanan/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA--Meski bukan termasuk kebiasaan yang diharapkan, nyatanya kedatangan gelandang dan pengemis (Gepeng) di bulan Ramadan hingga Lebaran masih terjadi hingga kini. Jogja, sebagai salah satu kota besar, masih jadi destinasi para Gepeng mengumpulkan pundi-pundi ekonomi.
Ragam modus dipakai Gepeng saat beroperasi. Kepala Dinas Sosial Jogja, Agus Sudrajat mengatakan taktik Gepeng dengan membawa gerobak dan duduk di lintasan trotoar masih jadi modus yang kerap ditemui hingga saat ini. Tak jarang, para Gepeng bawa serta keluarganya saat tengah beroperasi. "Mereka berharap bantuan sosial yang kerap diulurkan dari para dermawan di kala Ramadan, terlebih saat pandemi Covid-19 ini," jelas Agus saat dihubungi Jumat (22/5/2020).
Bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinsos Jogja mencatat asal muasal Gepeng yang terjaring. Hasilnya cukup mengejutkan, mayoritas Gepeng yang tertangkap berasal dari luar daerah. Sementara Gepeng asal DIY sangat minim, meski masih ada. "Saya heran, asalnya dari luar DIY tapi bisa bawa gerobak dan semacamnya, ini seperti ada yang mengkoordinir," jelasnya.
Bukan tanpa alasan, para Gepeng luar kota datang ke Jogja. Banyaknya bantuan sosial dan sedekah para dermawan yang dibagikan di jalan ditenggarai jadi sebab musabab Gepeng luar daerah berbondong-bondong masuk ke Jogja. Faktanya, dari hasil temuan Agus, bantuan sosial yang umumnya sembako ini selanjutnya ditimbun kemudian dijual lagi. Menurutnya, bila yang bersangkutan memang tidak mampu, bantuan sosial yang didapatkan akan digunakan untuk makan sehari-hari. Namun dari temuan yang ada, Gepeng malah menjual kembali sembako yang diberikan agar memperoleh uang.
Kepala Satpol PP Jogja, Agus Winarto tidak menampik adanya fakta di lapangan bahwa banyak Gepeng berasal dari luar DIY. Selama Ramadhan melakukan razia, bahkan dia mendapati Gepeng asal Lampung dan Cirebon. "Alasannya bermacam-macam, ada yang ngakunya kecopetan ndak bisa pulang, terus ada Covid-19 ini dan lain sebagainya," tutur Agus.
Selain menggunakan gerobak dan hanya lesehan di trotoar, Agus Winarto juga temui modus jadi pemulung. "Ngakunya mulung, tapi saat diamati hanya diam di tempat tidak mencari barang pungutan, namanya pemulung itu muter nyari barang," jelasnya.
Tak hanya alasan kecopetan, Agus Winarto juga menemukan Gepeng asal DIY yang kesehariannya berprofesi buruh harian lepas. Namun orang tersebut memanfaatkan situasi menjadi Gepeng di jelang lebaran ini. "Kalau mau berbuka puasa, jumlah Gepeng makin banyak," ujarnya.
Tidak tanggung-tanggung, Agus Winarto menyebut dalam satu kali operasi pernah mengamankan setidaknya 23 orang Gepeng. Jumlah tersebut paling banyak, adapun rerata harian pihaknya bisa mengamankan kurang lebih lima orang Gepeng. Para Gepeng ditangkap dari berbagai lokasi, seperti seputar Stadion Mandala Krida, Stadion Kridosono, Jln. M. T. Haryono, Jln. Adi Sutjipto ke arah barat, dan lokasi lainnya.
Agus Winarto menjelaskan, para Gepeng yang tertangkap selanjutnya akan akan dibawa ke shelter Dinsos DIY. Bagi Gepeng asal DIY mereka akan diberi pembinaan. Sementara Gepeng dari luar daerah akan dipulangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.