Ziarah Leluhur hingga Jalan-Jalan Jadi Alasan Masyarakat Lintasi Perbatasan DIY

Sejumlah kendaraan dipaksa putar balik di pos pemeriksaan Tempel, Sleman pada Senin (25/4/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
25 Mei 2020 17:07 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Di hari kedua perayaan Idulfitri, sejumlah kendaraan mencoba melintasi perbatasan DIY-Jawa Tengah. Lantaran tak memenuhi protokol Covid-19, sejumlah kendaraan terpaksa diminta putar balik.

Dari pantauan Harian Jogja pada Senin (25/5/2020) siang, kendaraan yang disetop di check point Tempel, Sleman beragam, mulai dari mobil pribadi, mobil bak terbuka, hingga kendaraan roda dua. Sejumlah alasan disampaikan pengendara, mulai dari hendak bersilaturahmi dengan keluarga, ziarah kubur, hingga jalan-jalan.

Tak hanya menanyakan tujuan pengendara, petugas juga mengecek berkas dan barang bawaan di kendaraan. Mereka juga mengecek seluruh penumpang apakah memakai masker dengan benar atau tidak. Jika tidak, petugas tak segan meminta pengendara putar balik.

Kepala Pos Pengamanan Tempel dari Polda DIY Wakhidin mengatakan meskipun yang melewati pos pengamanan rata-rata warga sekitar dengan pelat kendaraan AB, AA, dan AD, jika yang bersangkutan tidak mengenakan masker maka tetap diminta putar balik. “Untuk pencegahan juga,” katanya.

Dalam kurun waktu antara 11 April hingga 22 Mei 2020, data Dinas Perhubungan (Dishub) DIY telah mencatat 19.883 kendaraan terperiksa dengan 415 di antaranya diminta putar balik di tiga titik, yaitu pos Tempel, Prambanan, dan Temon.

Pada Senin siang, belasan kendaraan diputar balik dari pos pengamanan Tempel lantaran pengendara mengutarakan alasan yang tidak jelas, seperti ingin jalan-jalan, serta tidak membawa kelengkapan berkas seperti surat sehat atau surat bebas Covid-19.

Perwira lapangan Dishub DIY yang bertugas di pos Tempel, Yorri K. N. menuturkan antara sebelum Lebaran hingga sesudah Lebaran menurutnya tidak ada peningkatan kendaraan yang signifikan. "Amatan kami rata-rata landai," kata Yorri. Bahkan menurutnya keramaian hanya ada saat malam takbiran lantaran beberapa pengendara mengatakan ingin belanja ke pusat perbelanjaan.