Ombak Tinggi Bikin Nelayan di Bantul Takut Melaut

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
28 Mei 2020 05:07 WIB Hery Setiawan/ST18 Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Ombak pasang kembali menerjang Pantai Selatan Bantul, DIY pada Rabu (27/5/2020). Untungnya ombak tersebut belum sampai mengancam keselamatan warga yang tinggal di pesisir. Akan tetapi, ombak pasang itu membuat nelayan takut melaut.

Dardi Nugroho, warga sekitar Pantai Depok, Kecamatan Kretek Bantul merupakan seorang nelayan. Laki-laki yang akrab dipanggil Dargon itu mengatakan ombak pantai sedang tidak bersahabat. Terpaksa ia dan rekan-rekan nelayan lain berhenti melaut. "Dari kemarin gak ada yang melaut. Nggak berani," katanya kepada Harian Jogja, Rabu (27/5/2020).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Koordinator SAR Linmas Parangtritis, Muhammad Arif Nugraha. Ia mengatakan ombak memang sedang tidak bersahabat, terutama untuk nelayan yang hendak melaut.

Namun begitu, ia memastikan ombak tersebut belum menyebabkan potensi bahaya bagi masyarakat. Selain karena tidak ada pengunjung, pemukiman warga juga terbilang masih jauh dari bibir pantai. "Untuk sementara kondisi pantai aman. Soalnya pantai sedang sepi dan warga yang tinggal juga masih jauh dari pantai," ujarnya.

Kepala Staklim Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika [BMKG], Reni Kraningtyas dalam rilisnya menjelaskan gelombang tinggi disebabkan karena adanya perbedaan tekanan udara antara Samudera Hindia sebelah barat Austrlia dengan perairan Pulau Sumatera sebelah barat. Perbedaan tekanan udara itu menghasilkan tiupan angin dengan kecepatan 39 hingga 61 km per jam. Angin itulah yang meniup perairan selatan hingga menyebabkan gelombang tinggi.

Dalam pantauannya, ombak tinggi itu mencapai empat sampai lima meter. Kondisi tersebut masih akan terjadi hingga Jumat (29/5/2020) mendatang dengan ketinggian gelombang tiga hingga lima meter. Oleh karenanya, ia mengimbau kepada nelayan untuk menunda kegiatan melaut. Sementara untuk warga setempat diminta tetap waspada terhadap gelombang tinggi yang berpotensi merusak bangunan di bibir pantai.