Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X Berbicara soal penyakit yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2. /Ist-Youtube Humas Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Meski telah direncanakan pada Juli mendatang akan diterapkan new normal, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengaku tidak perlu tergesa-gesa untuk menerapkan new normal, dengan tetap melIhat perkembangan Covid-19 di DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X, menuturkan tidak perlu tergesa-gesa dalam menerapkan new normal. Untuk itu pihaknya masih akan melihat perkembangan kasus covid-19 di DIY. “Selasa [2/6/2020] besok saya masih pertemuan dengan asosiasi. Tidak usah tergesa-gesa,” ujarnya, Jumat (29/5/2020).
Menurutnya, saat ini masih banyak orang yang menunggu untuk diuji laboratorium baik dengan status PDP, orang dalam pemantauan (ODP) maupun orang tanpa gejala (OTG), yang belum diketahui apakah positif atau negatif Covid-19.
“Yang di rumah sakit masih banyak. Kita lihat nanti kecenderungannya gimana. Harapannya negative semua. Kalau sudah memungkinkan turun [kasus positif] dan kita yakin tidak fluktuatif, baru bisa berjalan untuk new normal,” ungkapnya.
Sebelum menerapkan new normal, ia juga ingin memastikan kesiapan hotel dan restoran untuk bisa menerapkan SOP yang telah disepakati sehingga tidak menjadi tempat penularan covid-19. “Bisa tidak mengontrol jarak, fasilitas cuci tangan, kursi-meja dilap secara periodic. Kalau tidak sanggup akan punya problem baru. Ini yang perlu pendekatan lebih spesifik,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap new normal sebagai kondisi bebas tanpa kewaspadaan. Dalam new normal, masyarakat harus tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran covid-19, dengan pembatasan jarak, cuci tangan, pakai masker dan lainnya.
Terkait hal ini Kementerian Dalam Negeri kata dia, membuat perlombaan bagi setiap daerah untuk mengedukasi masyarakat tentang new normal. “Misal masuk restoran harus cuci tangan, duduk dengan jarak tertentu dan lainnya. Menjadi sosialisasi untuk masyarakat,” katanya.
Skema new normal menurutnya tidak saja diterapkan dalam pandemi tapi bsa berlangsung lama. Sebab itu diperlukan pemahaman bersama baik pemerintah maupun masyarakat. “Kehidupan baru bukan hanya karena pandemi, tapi akan terjadi terus,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Cari HP tipis selain iPhone Air? Simak perbandingan Samsung Galaxy S25 Edge, Infinix Hot 60 Pro Plus, dan Tecno Spark Slim.
Serangan siber di Jepang dan Korea Selatan mengancam data pelanggan, bank, dan layanan publik. AI disorot karena dapat mempercepat pencarian celah keamanan.
Borneo FC membidik tiket perempat final AFC Challenge League 2026/2027. Mauro Jeronimo menyiapkan tim setelah menang 2-0 atas Yangon United.
AI kini digunakan untuk menganalisis percakapan dan aktivitas karyawan. Simak kasus Co-op, Burger King, Meta, serta risiko privasi pekerja.
Sebanyak 9.600 desa masih tertinggal. Yandri Susanto mendorong ekspor desa, kolaborasi lintas kementerian, dan penguatan Kopdes.