Sisir Corona, Pekan Ini 250 Pedagang Pasar Tradisional di Kota Jogja Bakal Jalani Rapid Test

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
02 Juni 2020 20:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pelakasanaan tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) acak di pasar tradisional di sejumlah wilayah Kota Jogja dimulai pekan ini. Pengujian kali ini difokuskan kepada pedagang pasar tradisional. Sebanyak 250 sampel pedagang rencananya akan diperiksa secara acak.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi menerangkan setelah persiapan beberapa pekan, RDT acak siap dilakukan pada pekan ini. Pasar tradisional tradisional, kafe, restoran hingga beberapa mal jadi sasaran RDT acak ini. Dari lokasi-lokasi tersebut rencananya akan diambil beberapa sampel orang untuk diperiksa. Pekan ini RDT acak akan fokus menyisir pasar-pasar tradisional Kota Jogja. "RDT acak ini untuk melihat apakah sebaran Covid-19 di Kota Jogja masih aktif atau sudah mereda," ujar Heroe ditemui pada Selasa (2/6/2020).

Menurut pengamatan Heroe, jika melihat kasus dan angka Covid-19 di Kota Jogja beberapa akhir ini menunjukkan perkembangan yang sangat landai. Selama kurang lebih dua pekan, tidak diketemukan kasus baru selain dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah dirawat.

"Pertambahan konfirm positif hanya berasal dari PDP yang telah keluar hasil uji Swab, artinya di luar dari yang ada dalam daftar kasus ODP, PDP dan terkonfirmasi positif tidak muncul kasus baru dalam rentang dua pekan ini," tegasnya. Heroe menjelaskan saat ini kasus terkonfirmasi positif ada tujuh orang, PDP 11 dan ODP 63.

Heroe menjelaskan sebaran wilayah RDT acak ini merata seluruh bagian, baik Jogja bagian barat, timur, utara dan selatan bahkan tengah sekalipun. Sementara itu dari jenis lokasi, RDT acak juga tidak hanya menyasar segmen pasar tradisional namun juga tempat publik di tengah kota.

Heroe menegaskan RDT acak ini dilakukan untuk memastikan bahwa sudah tidak ada sebaran kasus yang belum muncul atau kasus yang selama ini ada namun belum terdeteksi di masyarakat. "Ini merupakan salah satu bentuk upaya Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja untuk meyakinkan bahwa kurva Covid-19 di Kota Jogja memang sudah sangat landai dan tidak ada penambahan kasus klaster baru," ujarnya.

Heroe mengatakan bahwasannya pelaksanaan acak RDT acak ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja bekerja sama dengan Epidemiologi UGM. "Tahapan pertama adalah pasar tradisional, untuk melangkah ke lokasi lainnya seperti mal, kafe dan restoran, pemilihan tempat, waktu, dan jumlah sampel belum ditetapkan," jelasnya.

Adapun mekanisme pelaksanaan RDT hanya dilakukan sekali. Sehingga 250 RDT akan digunakan untuk sampel dengan jumlah yang sama. "Jika reaktif langsung akan diperiksa lebih lanjut dengan uji Swab," jelas Heroe. RDT akan dilakukan pada pedagang terlebih dahulu. Kalau selanjutnya ditemukan kasus maka selanjutnya akan dilakukan Tracing kepada pengunjungnya. "Sama seperti pelacakan model Indogrosir, karyawan dahulu dites, setelah ditemukan kasus baru diikuti pengunjungnya," tukas Heroe.