Pakar UGM: Perlu Kajian Transportasi Humanitarian Pasca Pandemi

Universitas Gadjah Mada (UGM). - Ist/dok ugm.ac.id
04 Juni 2020 08:27 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengusulkan opsi kebijakan menyangkut pertimbangan kemanusiaan dalam bertransportasi dan kehidupan ekonomi pasca pandemi dalam kerjasama antara empat perguruan tinggi dengan Balitbang Kemenhub RI yang dilakukan secara daring pada Selasa (2/6/2020) sore.

Keempat perguruan tinggi itu ialah UGM, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Kerjasama Kemenhub melalui Badan Litbang dengan menggandeng akademisi dari empat perguruan tinggi ini guna mencari masukan dalam rangka menyiapkan kebijakan di sektor transportasi menyongsong situasi kenormalan baru.

Rektor UGM, Panut Mulyono menuturkan Indonesia dihadapkan pada beberapa opsi yang menyangkut pertimbangan kemanusiaan dalam bertransportasi dan kehidupan ekonomi. "Indonesia tentu dihadapkan pada beberapa opsi kebijakan yang harus dipilih secara hati-hati dan seksama," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja pada Rabu (3/6/2020).

Beberapa opsi yang ditawarkan UGM meliputi opsi pertama pemulihan ekonomi lebih dikedepankan, tetapi berdampak sensitif dipandang dari sudut kemanusiaan. Opsi kedua misi kemanusiaan lebih dikedepankan, tetapi berdampak sensitif dari sudut pemulihan ekonomi. Lalu opsi ketiga yaitu mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan untuk ekonomi yang lebih baik.

Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Profesor Agus Taufik Mulyono menyatakan diperlukan kajian model dan strategi pemulihan bisnis angkutan perkeretaapian pasca pandemi Covid-19.

“Usulan UGM berupa kajian peran transportasi perkeretaapian mempercepat distribusi logistik kemanusiaan berupa bahan pangan berbasis bencana pandemi,” ujar Agus yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia.

Ia menambahkan, UGM mengusulkan kajian transportasi humanitarian dengan mengutamakan kemanusiaan untuk kehidupan ekonomi yang lebih baik dalam mengantisipasi kondisi new normal dengan merancang model dan strategi pemulihan industri jasa logistik pasca pandemi corona Covid-19.*