BLT Corona Tahap Dua untuk Warga Jogja Cair Pekan Depan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
05 Juni 2020 23:37 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Bantuan langsung tunai (BLT) tahap kedua untuk warga Jogja segera cair.

Penyaluran bantuan langsung tunai tahap dua yang bersumber dari dana pemerintah pusat untuk warga miskin terdampak pandemi COVID-19 di Kota Yogyakarta direcanakan mulai pekan depan melalui kantor pos dan sejumlah bank negara.

“Pada penyaluran tahap pertama yang dilakukan Mei, masyarakat penerima sudah memperoleh undangan. Harapannya, undangan tersebut jangan sampai hilang karena akan digunakan kembali untuk pengambilan tahap dua di kantor pos,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat di Yogyakarta, Jumat (5/6/2020).

Dinas Sosial Kota Yogyakarta bekerja sama dengan camat dan lurah untuk kemudian memberikan informasi kepada RT dan RW terkait rencana penyaluran bantuan langsung tunai kepada keluarga penerima manfaat yang terdampak pandemi COVID-19.

“Nanti, akan ada pemberitahuan melalui wilayah tentang jadwal pengambilan bantuan,” katanya.

Di Kota Yogyakarta, jumlah penerima bantuan langsung tunai dari Kementerian Sosial berjumlah sekitar 6000 kepala keluarga yang rencananya menerima bantuan sebanyak tiga kali, yaitu untuk April, Mei, dan Juni masing-masing senilai Rp600.000.

“Lebih dari 90 persen bantuan tahap pertama sudah tersalurkan. Ada sekitar 600 penerima yang belum mencairkan bantuan karena beberapa faktor misalnya meninggal dunia, pindah tempat dan tidak dapat ditemukan atau dilacak keberadaannya,” katanya.

Sedangkan untuk bantuan tahap pertama dari Pemerintah DIY juga sudah selesai disalurkan, dan untuk penyaluran tahap kedua akan dilakukan melalui rekening BPD DIY.

Sementara itu, penyaluran bantuan sosial yang bersumber dari APBD Kota Yogyakarta, lanjut Agus terbagi dalam dua tahap.

“Untuk tahap pertama masih terus dilakukan karena bantuan langsung diantar ke rumah,” katanya.

Penerima bantuan sosial tahap pertama yang bersumber dari APBD Kota Yogyakarta adalah warga miskin yang masuk dalam data keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial (KSJPS) dan belum menerima bantuan apapun.

“Kendalanya ternyata cukup banyak. Misalnya saat harus memberikan bantuan kepada warga miskin yang juga mengalami gangguan jiwa. Petugas harus menghubungi walinya terlebih dulu,” katanya.

Penyaluran tahap pertama tersebut ditargetkan sudah selesai sebelum 20 Juni.

Sedangkan bantuan tahap kedua yang diberikan kepada warga miskin yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kementerian Sosial namun belum memperoleh bantuan apapun justru sudah selesai dilakukan karena warga diundang langsung ke kantor pos.

Bantuan sosial yang bersumber dari APBD Kota Yogyakarta diberikan sekaligus untuk tiga bulan dengan nilai Rp1,8 juta per penerima.

“Ada beberapa warga yang mengembalikan bantuan yang mereka peroleh karena merasa mampu sehingga tidak pantas menerima bantuan,” katanya.

Saat ini, Dinas Sosial Kota Yogyakarta juga sudah mengusulkan untuk mencoret sekitar 500 nama dalam DTKS Kementerian Sosial karena tidak lagi memenuhi syarat misalnya berstatus pensiunan dan menerima bantuan ganda.

“Kami pun mengajukan usulan sebanyak 500 nama pengganti. Mereka adalah warga miskin yang masuk dalam data KSJPS Kota Yogyakarta,” katanya.

Selain itu, dalam tiga hari terakhir sudah diedarkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tambahan untuk 320 kepala keluarga yang bisa digunakan untuk pembelian bahan kebutuhan pokok.

Sumber : Antara