Ini Wilayah di Sleman yang Masih Masuk Zona Hijau Corona

Peta sebaran covid-19 di DIY - Ist
05 Juni 2020 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Kabupaten Sleman sejauh ini menjadi wilayah di DIY yang paling banyak ditemukan kasus Covid-19.

Sejumlah kecamatan bahkan ditetapkan sebagai wilayah zona merah Corona. Kendati demikian masih ada kecamatan dan desa di Sleman yang masuk zona hijau yang kondisinya lebih baik terkait penularan Covid-19.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melakukan pembaruan status epidemiologi Covid-19 tertanggal 4 Juni 2010. Surat yang ditandatangani Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo ini berisi data terkait status epidemiologi Covid-19 di 17 kecamatan dan 86 desa di wilayah Sleman.

Berdasarkan surat tersebut, Dinkes membagi empat katagori zonasi epidemiologi Covid-19. Mulai zona merah, orange, kuning dan hijau. Masih berdasarkan surat tersebut, hingga Juni 2020 terdapat empat kecamatan dan enam desa yang masih berstatus zona merah Covid-19.

Keempat wilayah yang masih masuk zona merah meliputi Gamping, Mlati, Depok dan Ngemplak. Adapun enam desa yang masih berstatus zona merah meliputi Balecatur dan Banyuraden (Gamping), Tlogoadi, Tirtoadi (Mlati) Caturtunggal (Depok) dan Wedomartani (Ngemplak). "Suatu kecamatan masuk zona merah jika dalam satu bulan terakhir, terdapat penularan Covid-19 [transmisi lokal] di satu desa atau lebih," katanya, Jumat (5/6/2020).

Adapun status zona oranye disematkan pada kecamatan jika ada lebih dari satu desa di satu kecamatan terdapat kasus positif Covid-19. Dari 17 kecamatan di Sleman saat ini terdapat tiga kecamatan yang masuk zona orange, meliputi Godean, Seyegan dan Sleman.

Dari 86 desa terdapat 11 desa yang masuk zona ini. Meliputi Sidomulyo, Sidokarto (Godean), Margoagung, Margodadi (Seyegan), Caturharjo, Tridadi (Sleman), Maguwoharjo (Depok), Purwomartani (Kalasan), Sukoharjo (Ngaglik), Banyurejo (Tempel), Candibinangun (Pakem)

"Status oranye untuk desa diberikan jika terdapat satu kasus positif aktif di desa tersebut," terang Joko.

Zona kuning disematkan kepada kecamatan yang satu desa atau lebih pernah atau ada kasus positif Covid-19. Kecamatan yang termasuk zona ini terdapat delapan kecamatan. Meliputi Kecamatan Minggir, Moyudan, Berbah, Kalasan, Ngaglik, Tempel, Turi, Pakem.

Adapun dari 86 desa, terdapat 18 desa yang masuk zona kuning. Meliputi Desa Ambarketawang, Trihanggo (Gamping), Sidoarum (Godean), Margomulyo (Seyegan), Sendangrejo (Minggir), Sumberrahayu (Moyudan), Sendangtirto (Berbah), Selomartani (Kalasan), Sardonoharjo, Sinduharjo, Sariharjo (Ngaglik), Sinduadi (Mlati), Condongcatur (Depok), Triharjo, Trimulyo (Sleman), Donokerto (Turi), Hargobinangun, Purwobinangun (Pakem)

"Desa dengan status zona kuning ini artinya jika pernah ada kasus positif di desa ini," katanya.

Zona terakhir adalah zona hijau. Di Sleman hanya dua kecamatan yang masuk zona hijau, yakni Kecamatan Prambanan dan Cangkringan. Di dua kecamatan ini tidak ada desa yang ditemukan kasus Covid-19. Sementara dari 86 desa sebanyak 51 desa masuk zona hijau. "Zona hijau ini, baik di Kecamatan maupun Desa artinya belum pernah ditemukan kasus Covid-19," katanya.