Pemkot Jogja Kukuhkan Unsur Badan Promosi Pariwisata

Walikota Jogja, Haryadi Suyuti mengukuhkan unsur penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata Kota Jogja (BP2KY) pada Rabu (10/6/2020) di Grha Pandawa Balai Kota Jogja. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
11 Juni 2020 03:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengukuhkan unsur penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) periode 2020-2024. Pengukuhan tersebut langsung dilakukan oleh Walikota Jogja, Haryadi Suyuti.

Haryadi meminta para anggota terpilih untuk membantu promosi pariwisata Kota Jogja. Hal itu dilakukan dengan pengajuan kebijakan yang diharapkan mampu mempromosikan wisata Kota Jogja. "Anggota terpilih menjadi jembatan berbagai pelaku usaha pariwisata untuk merumuskan kebijakan yang bertujuan mempromosikan pariwisata Kota Jogja," tutur Haryadi pada Rabu (10/6/2020) di Grha Pandawa Balai Kota Jogja.

Dikatakan Haryadi output dari BP2KY adalah promosi wisata Kota Jogja. "Mana yang dipromosikan, [pariwisata Jogja] dengan segala kelebihan dan kekurangannya," ujarnya. Menurut Haryadi kekurangan dari pariwisata Jogja pun bisa dipromosikan. "Misalnya di Jogja makanan utamanya nasi, berbeda dengan orang barat yang makanya roti tapi bisa dipromosikan perbedaan itu," jelasnya.

Diharapkan Haryadi anggota terpilih BP2KY bisa segera melakukan konsolidasi dengan mengacu pada promosi pariwisata. Seperti merumuskan skenario what to see, what to eat, what to buy, dan what to do selama wisatawan melakukan vakansi di Kota Jogja. "Selamat bertugas dan bekerja selama lima tahun ke depan, pakailah mekanisme waktu yang baik," ujarnya.

Salah satu anggota BP2KY, Aldi Fadlil Dianto mengatakan strategi BP2KY untuk mendatangakan wisatawan di Jogja utamanya adalah untuk menyadarkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Sehingga jangan sampai ketika nanti kita mempromosikan pariwisata Kota Jogja supaya maju, jangan sampai terjadi klaster kembali," ujarnya. Maka pendisplinan protokol kesehatan harus dilakukan di segala lini terutama.

Di Malioboro misalnya, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 masih belum baik dijalankan. "Sehingga semua unsur pariwisata harus memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sehingga bisa dipromosikan kembali," terangnya.

Menurut Aldi semua unsur pariwisata sedang menyusun protokol dan SOP baru, sehingga ketika New Normal diterapkan sektor pariwisata sudah siap. "Dalam waktu dekat sasaran wisatawan yang diincar domestik dulu, karena kalau wisatawan mancanegara ada kebijakan menyangkut negara asal wisatawan," jelasnya.