Pesepeda Wajib Pakai Masker, kalau ...

nSejumlah pesepeda berswafoto dengan latar belakang kawasan pedestrian Malioboro, Jogja, Minggu (7/6/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
13 Juni 2020 06:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Meningkatnya jumlah pesepeda di masa pandemi membuat Pemkot Jogja segera memberikan pedoman bagi mereka. Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama Dinas Kesehatan Kota Jogja dan pakar kesehatan olahraga memberikan pedoman bagi aktivitas olahraga di masa pandemi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Tri Mardoyo tidak menampik olahraga memang sangat penting meski dalam pandemi. Namun olahraga yang seperti apa yang dianjurkan, Tri mengatakan aktivitas olahraga yang dianjurkan di saat pandemi adalah olahraga yang dilakukan di rumah.

"Olahraga di rumah risikonya rendah, karena tidak kontak dengan orang lain," ujarnya. Sementara itu Tri menjelang olahraga di luar rumah dengan keluarga termasuk kategori risiko sedang. Sementara olahraga di luar rumah bersama orang-orang lain memiliki risiko tinggi, terkait Covid-19.

Meski demikian olahraga di rumah menjadi rekomendasi utama beberapa pakar. Kepala Seksi Pelayan Kesehatan, Okto Heru Santoso menegaskan tetap mengedepankan konsep untuk tidak olahraga di luar rumah. "Apabila terpaksa harus di luar rumah aturan pertama yang harus dipatuhi yakni harus pakai masker," jelasnya.

Penggunaan masker dalam aktivitas olahraga terbagi dalam tiga kategori, olahraga ringan, sedang, dan berat. Okto menjelaskan untuk aktivitas fisik ringan sampai sedang, orang diwajibkan memakai masker. Seperti apa itu olahraga ringan, Okto menjelaskan penggalangan kriteria secara mudah.

Menurut Okto, olahraga ringan adalah aktivitas fisik yang bila dilakukan masih bisa sambil mengobrol maupun menyanyi. Sementara olahraga sedang bila dikerjakan tidak bisa sambil menyanyi tapi masih bisa mengobrol. "Sementara olahraga berat tidak bisa dilakukan sambil ngobrol atau menyanyi kalau dikerjakan," jelasnya.

Terkait maraknya olahraga sepeda menjadi aktivitas yang saat ini digemari, Heru membaginya berdasarkan rute dan medan. Menurut Heru kalau untuk Kota Jogja medannya cenderung ringan, tidak ada tanjakan pesepeda tetap menggunakan masker. Tapi bagi pesepeda yang suka rute menantang naik turun tanjakan, Heru menyarankan untuk menunda dulu aktivitas tersebut. Pasalnya medan yang berat akan menghambat oksigen bila menggunakan masker. "Durasi yang disarankan minimal 20 menit maksimum 70 menit bersepeda pulang pergi," terangnya.

Namun persoalannya, para pesepeda kerap memilih tempat beristirahat di titik-titik ramai. Hal itu dapat menciptakan kerumunan. Heru menyarankan tempat ngaso [istirahat] dipilih lokasi yang tidak terlalu ramai. "Kalau bersepeda diharuskan beriringan jangan berisisian karena kalau berisisian berisiko membahayakan lalu lintas," jelasnya.

Heru menganjurkan aktivitas bersepeda dilakukan pagi hari, karena kadar oksigen lebih tinggi dan risiko kecelakaan kecil.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan melakukan aktivitas olahraga dengan menggunakan masker dapat mengganggu mana kala olahraga yang dilakukan termasuk dalam kategori berat. "Olahraga kategori berat itu yang dilakukan sampai mengeluarkan keringat yang bercucuran, membuat denyut nadi tinggi dan potensi kehilangan oksigen," ujarnya.

Heroe mengatakan untuk bersepeda di area kota itu wajib menggunakan masker, kecuali untuk trek-trek naik turun gunung yang masuk kategori berat sebaiknya tidak dilakukan dulu sebab membahayakan kalau harus pakai masker. Heroe juga tidak melarang pesepeda lewat Mako, tapi harus mematuhi protokol pencegahan Covid-19. "Boleh lewat Malioboro wajib pakai masker yang penting jaga jarak, minimal 20 meter kalau bersepeda, kalau berhenti dua meter, jangan berkerumun dalam bersepeda," tegasnya.